Puisi Soe Hok Gie " Mandalawangi "

Puisi Soe Hok Gie " Mandalawangi "

  • WpView
    Reads 1,866
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 4, 2015
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu aku datang kembali kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada hutanmu adalah misteri segala cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar ‘terimalah dan hadapilah dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara aku terima ini semua melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu aku cinta padamu Pangrango karena aku cinta pada keberanian hidup
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RE:MEMBER (END)
  • Senja Dan Rindu
  • PENGAGUM SENJA
  • Awal Pertemuan Rainah
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Senja Termendung
  • Cerita Tentang Zeeya
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • SEIMAN SEPELAMINAN

Akibat kecelakaan 6 bulan yang lalu, Elang harus menerima kenyataan jika sebagian ingatannya hilang. Hari-hari biasa Elang menjadi kacau saat sebuah ingatan muncul. Ingatan di mana seorang gadis datang dan membuat hidup Elang berwarna, bagaikan 7 warna pelangi yang menghiasi langit setelah hujan. Sayangnya Elang lagi-lagi harus menerima kenyataan pahit bahwa gadis diingatannya itu telah meninggalkannya untuk selamanya. Hari-hari berlalu seperti biasa, hingga suatu hari seorang gadis datang ke hidupnya. Gadis dengan julukan 'Black Swan' itu membuat Elang kembali teringat akan pacarnya yang telah lama meninggal. Wajah, suara, bahkan kepribadian gadis itu sangat mirip dengan pacarnya. Elang mulai mempertanyakan segala keanehan antara gadis di ingatannya dan gadis yang baru muncul itu. Tidak hanya gadis itu yang menjadi aneh, semua orang disekitar ELang mulai menunjukkan gelagat aneh. Elang kembali mempertanyakan ingatannya yang hilang sebagian itu. "Kepala aku mungkin gak ingat sama kamu, tapi hati aku masih ingat jelas siapa pemilik aslinya" -Elang Cakrawala- "Aku tau ini salah, tapi aku hanya ingin melihatnya sedikit lebih lama lagi" -Nashaly Langit Biru-

More details
WpActionLinkContent Guidelines