Tangisan Langit Biru

Tangisan Langit Biru

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 1, 2024
"Benar kata orang, pulang itu harus ke rumah terbaik." Seumur hidup Rajendra tidak pernah menyangka kematian Ibunya bukan lagi tentang kecelakaan semata. Semuanya sudah di atur sedemikian rupa hingga bertahun-tahun lamanya setelah jasad sang ibu hampir menyatu sepenuhnya dengan tanah, Jendra menyadari sesuatu bahwa kematian Ibunya adalah kematian yang di rencanakan. Dunia ini jahat. Sebab Jendra tahu, dunia hanyalah bagian dari semesta yang di dalamnya dominan dengan rasa sakit. Ini adalah kisahnya, kisah perihal luka yang di goreskan dunia untuknya.
All Rights Reserved
#55
perwira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • 'J '  [END]✔
  • Luka Naren.
  • Broken melodies
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Terbit Untuk Terbenam
  • Galaksi✓
  • Perfect [Na Jaemin] [✔️]

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines