BEST SECRET

BEST SECRET

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 23, 2023
"Gi,percaya gak kalau sebenarnya kita yang minta dilahirkan di dunia ini." "Oh ya?." Anggi menatap Arfan heran. "Iya. Sekarang,aku tahu alasan kenapa aku memilih untuk dilahirkan." Anggi mengernyit dan bertanya "Apa itu?." Arfan menoleh, "Kamu gi. Karena mungkin semesta menunjukkan ada part dimana aku ketemu sama kamu." * * Arfan dan Anggi adalah teman satu jurusan sejak semester 1. Di kampus mereka,hanya Arfan yang tahu bagaimana kehidupan Anggi dan mengenal Anggi lebih baik daripada yang lain. Tapi apakah pertemanan mereka akan bertahan lama? Apalagi Rahasia Anggi yang belum diketahui Arfan sebelumnya? Mengapa Anggi selalu memasang tembok yang tinggi untuk membatasi semua orang yang ingin mengenalnya dengan baik? Anggasta Arfan Pratama & Putri Anggita. Apakah kisah mereka akan sesederhana kisah cinta lainnya? Atau ada sesuatu yang mungkin membuat Arfan lupa bahwa mereka hanya manusia biasa. Sedangkan semesta,yang menentukan segalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Angga&Anggie [COMPLETED]
  • I (Space) You
  • Tanpa Kepastian
  • Segitiga [END]
  • Lanna: The Price of Knowledge
  • Why ?
  • Anggi & Anggia
  • Imaginary Boyfriend

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines