WHEN THE PARTY'S OVER

WHEN THE PARTY'S OVER

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 13, 2023
Sebuah pantulan cahaya bulan yang kini semakin terlihat dengan jelas di air laut. Gemerlap bintang turut mendampingi sang bulan. Juga seseorang yang menatap pantulan itu dengan tatapan kosong, perasaan bersalah yang turut mengganggunya menghadirkan sebuah rasa kesepian yang mendalam. Berjalan sendiri di antara pasir dan pantai. Langkah demi langkah menuntunku menuju ke tengah laut bersama sapuan ombak yang tenang. Tidak ada yang aku pikirkan selain rasa bersalah yang semakin menyelimuti hati ini. Semakin dalam, tubuh ini menyatu dengan dinginnya samudera. Seketika kilatan memori memenuhi kepalaku di iringi dengan gelembung yang perlahan keluar dari bibirku. Dalam dinginnya samudera, dapat aku rasakan kehadiranmu di sekitarku. Dirimu seakan berteriak di sampingku. "Bukan salahmu. Ini jalan yang aku pilih. Tetaplah disini, aku bersamamu" katanya. Tetapi aku tidak perduli. Aku ingin segera bertemu Killian. Aku tidak ingin berada di dunia ini sendirian. Killian adalah segalanya bagiku.
All Rights Reserved
#555
engene
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's Mine | Haechan ✔️
  • Still with you 2  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]
  • I will Die With You
  • SCYLLA'S WAY
  • Our Story (END)
  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • Your the Light
  • Dimar (Jaemin . Isa . Jeno)
  • S1 Transmigrasi NOMIN‼️

Hubungan tanpa kepercayaan ibarat kapal tanpa nahkoda, tersesat di lautan curiga yang tak berujung. Harya mencintai Viona dengan caranya yang sunyi, sementara Viona mendambakan cinta yang mampu menyapa hatinya dengan lantang. Keduanya terjebak dalam labirin rasa yang tak pernah saling bertemu. "Aku bener kan?" "Kita putus aja ya?" Tiga tahun kebersamaan perlahan runtuh, meninggalkan cangkang kosong dari cinta yang pernah hidup. Mereka mencoba memperbaiki retakan, namun jika salah satu memilih pergi, mungkinkah pondasi yang rapuh itu tetap berdiri? Di tengah badai yang kian mengguncang, mereka harus menemukan jalan: bertahan dan membangun kembali, atau menyerah dan membiarkan semuanya karam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines