ALTAF
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Menurutku hidup ini tentang rasa sakit, bukan kebahagiaan." - Gliffano Altaf Abyantara CUPLIKAN "Kau tau Altaf? Kau tak pantas menerima perlakuan lembut dari siapapun! Bahkan hanya sekedar rasa peduli! Kau sangat tak pantas mendapatkan itu! Jika sengsara maka sengsaralah sampai selamanya! Jangan ada kata bahagia dalam hidupmu itu! Walau sekedar kau tersenyum, kau adalah manusia yang pantas menerima semua rasa sakit! Dan tak pantas bahagia! Maka dari itu, sengsaralah seumur hidupmu! Atau bila perlu kau lenyap dari dunia ini,* *********** Bugh! "Sshhh," Altaf kembali meringis saat Bumi menendang tepat dibagian dadanya. Rasa sesak dan sakitnya kembali bertambah bahkan air matanya pun kembali menetes. "Sakit, sakit Pa, sakit banget," lirih Altaf sambil memegang dadanya yang kini benar-benar terasa sangat sakit. **********
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become a Foreign 'Actist'
  • ALONE
  • DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)
  • AYARA [END]
  • 27 FEBRUARI
  • LENGKARA
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • DEAR ANNETHA
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]

#The twin' sibling new life fanfiction Arhina Bertricia Yuriana. Jujur saja nama itu bagus. Sangat bagus untuk aksistensi yang akan hilang suatu hari nanti karena posisi ambigu yang muncul diantara tokoh kesayanganku! Tidak ada celah bagi penderitaan untuk Arhen dan Ariene. "Karena cuma saya yang akan menghilang, bisakah Anda memberi kebahagiaan pada adik-adik saya nanti?" "Entah trauma masa kecil atau penderitaan yang mereka rasakan selama ini ... saya yang akan membawa semuanya." Itu tekad terkuat yang pernah kuteguhkan. Hingga satu pertanyaan tak terduga dilontarkan ke-dirinya. "Apa kamu bahagia, Arin?" Saat itu, angin berhembus menusuk tulangnya-membuat tubuhnya bergetar dibawah ekspresi linglung. Bahagia? Aku? Yang akan menghilang ini? "..." Untuk sejenak, seluruh kenangan yang hampir dilupakan berkumpul menjadi satu. Kenangan yang tanpa disadarinya menjadi titik lemah terdalam dihatinya. Arhina menarik sudut bibirnya. "... Tentu saja ..." 'Bagaimana bisa aku tidak bahagia kalau tokoh kesayanganku bahagia?' Bahkan untuk menghilangpun ... tidak masalah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines