KENANGAN DALAM KATA

KENANGAN DALAM KATA

  • WpView
    Reads 350
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Dika Mahendra, seorang remaja yang sangat suka menuangkan kisahnya dalam buku harian, lelaki yang tak mampu mengungkapkan isi hatinya secara langsung memilih untuk menuliskan banyak hal dalam buku harian, membawa sejuta kenangan yang dipenuhi canda tawa, kisah asmara, pertemanan, dan rahasia kelam yang tersimpan rapi dalam lembaran kertas, abadi di setiap halamannya. "Meskipun sudah tak dapat bertemu, kenangan tentang kalian akan tetap tersimpan rapi dalam benak, kenangan yang kuharap bisa terulang. Dalam setiap halaman terdapat nama-nama orang yang berharga dalam hidupku, nama yang turut serta dalam ombak kehidupan, yang tidak dapat ditebak kapan akan menerjang dan kapan akan surut. Terima kasih untuk ragaku, yang tetap tegar meski terpaksa merelakan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Farbe und Leinwand
  • Sunyi yang Menyatukan
  • Senja Yang Sunyi
  • ASRAR|
  • A Memory to Remember
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • Love Language

Ayara melukis dunia dari kepingan luka yang tak pernah ia tunjukkan. Setiap sapuan kuasnya adalah bisikan sunyi yang tak sanggup ia ucapkan. Warna-warna di atas kanvasnya tampak hidup, namun dunianya sendiri kelabu-senyap, sunyi, dan sepi. Ia kehilangan terlalu banyak untuk percaya bahwa ada yang bisa benar-benar tinggal. Maka ia memilih untuk mencintai dari kejauhan: cat, kanvas, dan angka-angka akademik yang tak menuntut balas. Hingga Rael datang, seperti badai yang tak punya tempat untuk reda. Rael adalah warna-terlalu banyak warna. Ia berbicara dengan metafora, tertawa keras di antara dinding-dinding yang bisu, dan mencintai dunia meski dunia belum pernah benar-benar mencintainya kembali. Tapi tak ada 'rumah' bagi warnanya untuk pulang. Ia terlunta, terdampar dalam kesunyian yang ia tutupi dengan cahaya. Pertemuan mereka bukan kebetulan. Ayara butuh warna untuk kembali hidup. Rael butuh kanvas agar dirinya tak terus berhamburan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines