Dandelion

Dandelion

  • WpView
    LECTURES 959
  • WpVote
    Votes 510
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., oct. 14, 2023
Cantiknya bunga dandelion sebelum tertiup angin kencang yang memusnahkan keindahannya, seringkali menjadi sebuah perumpamaan tentang hidup. Kehidupan manusia pun serupa dengan dandelion, keindahan hadir dalam pergulatan tentang hidup, meski harus berjuang melawan rintik kesedihan, hancur lebur oleh ketidakpastian, dan bergelut dengan badai kehidupan. Namun, terkadang kesulitan dan masalah yang bertubi-tubi ini bagaikan angin kencang yang tak henti meniup dan sengaja menghancurkan keindahan manusia tanpa rasa berdosa. Namun, perlu diingat bahwa, bagaimanapun juga, keindahan tak selalu terletak pada fisik semata. Kadang-kadang, keindahan terletak pada perjuangan yang tak kenal lelah dan tak pernah menyerah. Seperti bunga dandelion yang harus melepaskan beberapa kelopak yang mulai layu agar yang lainnya dapat tumbuh dengan lebih indah lagi, demikianlah hidup manusia. Kadang-kadang kita harus melepaskan beberapa beban yang membebani kita agar hidup kita dapat berkembang dengan lebih baik dan menjadikan kehidupan kita lebih indah daripada sebelumnya. Teruslah berjuang dan percayalah bahwa badai hanya akan berlalu dengan waktu. Sehingga, bungaku tetap indah seperti dandelion yang takkan pernah berhenti mewarnai hati, meskipun diterjang badai angin yang datang bertubi-tubi. Kekuatan, keberanian, dan ketabahan adalah kuncinya. Sebab, dalam hidup, keindahan sejati tak terletak pada betapa mulusnya jalan yang kita lalui, melainkan betapa kuatnya kita untuk berdiri tegak ketika ditimpa badai. #2 - Pupus (2 Oktober 2023)
Tous Droits Réservés
#118
hampa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • KETUK(ER)
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • TERSESAT DI HUTAN PARALEL [TAMAT]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • ALUNA
  • pesan terakhir Ku ~

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu