Story cover for Sama Rasa by Notacenda
Sama Rasa
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado may 13, 2023
"Kamu suka kopi?"

Sontak Kania menatap seseorang yang sudah duduk disebelahnya. Laki-laki berkacamata itu menatapnya dengan senyuman yang hangat. Laki-laki yang selalu meliriknya diam-diam selama 4 tahun. Ya, laki-laki itu hari ini mengajaknya bicara. Kedua mata Kania membulat tak percaya. Gadis itu menoleh ke belakang. tak ada siapapun disana. 

Hei! Apakah laki-laki ini sedang berbicara dengannya? Tapi, Sebentar. Sejak kapan ia duduk di tempat ini?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sama Rasa a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#412kacamata
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
ADIKARA ELUSIF de blackcurrantbery
41 partes Continúa
Baca lapak sebelah dulu biar nyambung, baca DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Tuan Muda ~THE END~✔️ cover
AIRen cover
ADIKARA ELUSIF cover
Kembali Bersama [END] cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Perihal Hati cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
PENDULUM (BOOK I) cover
satu hati satu nama  cover

Tuan Muda ~THE END~✔️

116 partes Concluida

"Ehem, ehem! Dear Diary, hari ini aku begitu lelah! Entah apa yang aku rasakan saat menatap sosok pria impianku, Baron Cohen! Seorang pria bintang kelas yang digemari anak-anak kampus!" ucap seseorang yang membacakan suatu buku di depan semuanya. Baby kaget bukan main dan matanya melotot. "Ap..apa-apaan ini?! Aku..aku!" gagap Baby. "Penuh cinta, Baby Carolina! Alias, si bebek hitam kampus negeri Jakarta! Hahaha!" gelak tawa pria itu. "Oh! Jadi si bebek jelek suka dengan sosok pangeran seperti Tuan Baron? Hah?! Apa?! Apakah kau bercanda?" katanya. "Kau kira kau layak disini? Apalagi kau sampai suka pada Tuan Baron? Memangnya kau ini siapa?! Kau tak tahu dimana kastamu?" kata Sofia angkuh. "Hah? Wah, ternyata sosok bebek jelek universitas kini sudah berani melawan ya? Wow! Fantastik!" kata Cintya. "Huft! Saudara-saudara sekalian! Apakah yakin ingin melihat drama yang menyedihkan ini? Seekor bebek hitam menyukai seorang pangeran! Apakah itu benar-benar nyata? Layaknya Beauty and The Beast?" ucap Sofia angkuh. "Mungkin terbalik! Handsome and Black Duck University! Hahaha!" ledek Cintya. Baby bangkit dan menepuk kuat meja belajarnya.Air matanya menetes begitu saja. Semuanya membisu. "Kau yang menulis buku terkutuk itu?" tanya dingin dari seseorang. "Aku bertanya padamu! Apakah kau tuli!" bentaknya.