SEPARUH JULI

SEPARUH JULI

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 15, 2023
Jika aku bisa mengulang waktu. Aku akan meminta banyak hal.. Salah satu nya tidak bertemu bulan Juli. Walau ada yang bilang takdir tidak bisa diubah, namun setidak nya aku akan berhati-hati. Agar sakit yang kurasakan kini, tidak akan terjadi. Bertemu dengan mu bukan lah sebuah kesalahan. Namun, keyakinan ku mempercayaimu yang salah. Menaruh hati, tanpa berfikir lebih panjang. Menjadi rumah untukku, tapi aku baru tau, ternyata penghuni nya bukan cuma aku. Aku lupa, bahwa sejati nya pria, tidak ada yang setia.
All Rights Reserved
#72
funstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Kembali Untuk Memperbaiki 2 (END)
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Until We Meet Again✅
  • Aku, Kamu, & Waktu (Chaennie) Terbit ✅
  • Dear Fenly || Un1ty
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Strength A Girl
  • Mental Disease

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines