LOVE AND HURT

LOVE AND HURT

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 27, 2024
Ternyata kisah yang kita bangun dan kita rangkai bersama berbanding terbalik dengan rencana takdir Tuhan untuk kita. Tuhan hanya mempertemukan kita untuk saling melengkapi sebagai seorang sahabat dan belajar akan rasa saling toleransi bukan untuk saling melengkapi sebagai pasangan dan hidup bersama di satu atap yang sama. Dengan perbedaan yang begitu jelas di antara kita. Antara Adzan yang memanggilmu untuk menghadap sang pencipta dan suara lonceng yang memanggilku untuk menghadap Tuhanku. Antara Tasbih yang kamu genggam dan salib yang terpasang cantik di leherku. Nyatanya rasa yang ku pertahankan dari awal kini mulai menyerah di detik terakhir sisa waktu. "Guntur, liat deh senjanya. Bagus banget kan? Gue pengen jadi senja deh yang banyak orang suka sama dia" teriak Melodi sembari berlari kecil di pesisir pantai. "Mel, Lo jangan pernah jadi senja ya" ucap Guntur yang seketika mengalihkan perhatian Melodi dari senja menjadi sepenuhnya menatap Guntur. "Kenapa?" Tanya Melodi bingung. "Lo tau, senja datang hanya sebentar di detik terakhir sisa waktu matahari menemani bumi. Dia hanya datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang yang mengaguminya. Dan dia berjanji untuk datang lagi esok hari padahal dia juga gak tau akan datang lagi atau enggak esok hari karena dia juga gak tau bakal ada awan mendung dan guntur gak di sisa waktu itu" jelas Guntur yang seolah sedang menjabarkan tentang hubungan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • ELSA & GINTARA [END]
  • My Husband Is A Cold Man
  • I love you, Mas Duda
  • Crazy Marriage
  • Darsa (END)
  • Pelangi Di Matamu
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • AMOUR (Mr. Pradipta)

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines