*LESBIAN STORY *
Bianca Laras Pramono seorang wanita cantik dari kalangan atas yang menjadi teman setiaku selama menuntut ilmu di Negara orang. Wanita cantik yang kehadiranya di sampingku membuat banyak orang iri. Mungkin lebih tepatnya semua orang itu iri padaku, wanita miskin yang bisa dekat dengannya. Perlahan perasaan itu tumbuh seiring waktu, bersama sifat dan sikapnya yang begitu bagik bak dewi. Perasaan suka yang berubah menjadi cinta, perasaan yang seharusnya tidak muncul. Namun aku semua berubah ketika dia, wanita bernama Bianca juga memiliki perasaan yang sama.
Wakt berlalu begitu saja, perasaan yang aku miliki aku pendam sendiri tampa aku ungkapkan. Perjalanan kami berakhir saat semua keputusan telah ditetapkan. Waktu berlalu, kami bertemu lagi setelah sekian tahun tidak saling menyapa. Hanya ada rasa perih dalam hatiku saat melihatnya kembali lagi. Kembali sebagai Direktur utama tempatku bekerja.
Hanya ada perkelahian setiap kali aku menatap matanya yang dulu pernah memabukanku. Perkelahian yang mengingatkanku padanya yang pernah membuatku malu dan tersakiti.
******
Lesbian story
Pernah di publish tahun 2018 dengan judul yang sama, namun one shot. Kini saya buat versi panjangnya.
Selamat membaca.
25 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
25 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
18+
Atau mungkinkah kamu hanya butuh sebuah pasak? Sesuatu yang membuatmu bertahan pada satu saat di tengah-tengah waktu yang berputar. Sehingga rumah bukan lagi ruang transit, tapi pulang."
Diang tersenyum. Ia selipkannya sehelai rambut di belakang telinganya, dari sudut matanya setetes air mengalir turun. "Lalu bagaimana?" bisiknya.
Matanya membawaku pada perasaan rindu. Begitu luka, begitu haru.
Aku menangkupkan telapak tanganku pada tulang pipinya yang tegas. Lalu kucium dia. Bibirnya. Kuhirup bau wajahnya. Kuhisap air liurnya. Ia berhenti bernafas. Pupil matanya melebar.
"Kamu cantik, kenapa menjadi pelacur?" Perempuan ini bertanya. Ia menggulung rambutnya sehingga aku dapat dengan jelas memindai rambut-rambut halus yang berbaris dan bentuk tengkuknya yang langsing.
"Kamu begitu sopan, mengapa menyewa pelacur?" tanyaku.