We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Luka Yang Mendewasakan

Luka Yang Mendewasakan

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sat, May 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Luka bukan sekadar perih yang singgah di dada. Luka adalah guru paling jujur yang dikirim Allah tanpa kita minta. Dia datang merobek tawa, mematahkan rencana, menumbangkan orang yang paling kita percaya. Awalnya kita marah. Kita menyangkal. Kita bertanya, "Ya Allah, kenapa aku?" Tapi pelan-pelan, luka itu mengajari kita bahasa yang tak pernah kita tahu sebelumnya: Mengajari cara sujud lebih lama, Mengajari arti sabar yang bukan cuma di lisan, Mengajari bahwa tidak semua yang pergi itu kehilangan kadang itu cara Allah menyelamatkan. Luka memaksa kita tumbuh. Dari anak kecil yang ceng saat jatuh, menjadi dewasa yang tahu cara mengobati dirinya sendiri. Dari yang dulu gampang percaya, menjadi bijak menaruh hati. Dari yang rapuh karena omongan orang, menjadi tegar karena pegangan pada Tuhan. Luka yang mendewasakan tidak membuat kita benci hidup. Justru membuat kita paham: bahagia bukan berarti tanpa sakit, tapi tetap mampu tersenyum meski pernah patah. Dan suatu hari nanti, kita akan berterima kasih pada luka itu. Karena tanpanya, kita tak akan kenal versi terkuat dari diri kita sendiri. Tanpanya, kita tak akan tahu betapa dekatnya Allah saat dunia terasa jauh. Luka boleh meninggalkan bekas, tapi bekas itu bukti: aku pernah jatuh, dan aku memilih bangkit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • AIRA [On Going]
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • DIMANA RUMAHKU
  • The Family
  • Gadis Kecil Ayah [SUDAH TERBIT]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Broken Home(Rumah Untuk Keela) TAMAT
  • BROKEN CRAZY LOVERRA
  • Cinta Alif

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines