The Tale of Lily's

The Tale of Lily's

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 21, 2023
"Lili kecilku yang manis, kumohon bertahanlah" seruan dari wanita yang melahirkanku, ibuku yang selalu terngiang dalam kepalaku sejak pertama kali aku bisa mengingat. Ibu, kini aku tahu kenapa wajahmu terlihat sangat putus asa ketika mengatakan itu padaku. Apakah yang bisa membuatmu bertahan di dunia ini? Bakat? Tekad? Tidak, yang bisa membuatmu bertahan di dunia ini adalah kekuasaan, uang, dan koneksi yang luas. Tanpanya, meskipun kau memiliki bakat dan tekad, kau hanya akan seperti tisu bekas, setelah selesai digunakan kau akan dibuang. Liliana Kavya, putri ke-9 dari Luke von Kavya. Seorang nona muda dari keluarga terpandang Kavya yang tidak memiliki kekayaan ataupun otoritas, status ibunya sebagai selir rendahan yang bahkan bukan seorang settler, tetapi pribumi menjadikannya memiliki status sebagai halfblood. "Yang terendah dari yang paling rendah, seorang halfblood dari keluarga von" adalah julukan yang terus melekat padaku seberapa keraspun aku mencoba.
Todos los derechos reservados
#64
op
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • Dethroned : The True Villainess Reborn
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • You Are Not Alone (Slow Update)
  • A Crown Between Two Suns | END
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • I Became The Antagonist
  • takdir 7 bersaudara
  • ALLAND

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido