"Kamila" Diary Depresi

"Kamila" Diary Depresi

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 17, 2023
Kamila anak bungsu dari lima bersaudara, semua saudaranya juga perempuan. Tak lagi bersama ibu di umur 11 bulan. Selalu tertekan dan dibandingkan. Selalu menahan dan dituntut mengerti. Kata orang anak bungsu paling dimanja, tapi tidak dengan Kamila dia berjibaku dengan perasaannya sendiri. Ketakutannya sendiri dan trauma yang dia alami. Tidak ada yang tau bahwa dia pernah mencoba bunuh diri. Mencoba waras sendiri, mencoba sadarkan diri. Menahan dalam semua keinginan, itu yang selalu kamila lakukan, tak pernah dia berusaha melawan. Karena tangis pun tak lagi mampu dia keluarkan. Sakit hati yang dia rasakan tak pernah tertuangkan. Sanggat menyayangi kluarga, mendahulukan ayah dan kakak. Menangis karena tuntutan yang tak terpenuhi. Kecewa karena terus mengecewakan.
All Rights Reserved
#101
kluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Tikungunya
  • AL: Stand Alone [END]
  • LUKA
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)

[SEASON 1] "Ada luka yang tidak terlihat, tapi terasa di setiap tarikan napas. Ada trauma yang membungkam tawa, membekukan dunia, dan membuat seseorang takut percaya pada cahaya. Dibalik sebuah senyuman, tersimpan dunia yang hampir runtuh." Bagi Atlana, hidup adalah perjuangan tanpa akhir melawan bayang-bayang masa lalu yang membeku di setiap sudut pikirannya. Dunia terasa bising, dingin, dan kejam-tak pernah benar-benar memberinya ruang untuk sekadar bernapas. Sementara itu, Kalan-seorang pemuda yang menanggung sunyi seperti beban di punggungnya-tak pernah mengira bahwa pertemuan singkat dengan Atlana akan mengubah jalannya, mengaburkan batas antara kesendirian dan ketergantungan. Ini bukan kisah tentang keajaiban cinta, melainkan tentang dua jiwa yang terluka, saling menemukan tempat berlindung di tengah reruntuhan diri. Tentang bagaimana kehadiran satu orang mampu meretakkan kabut kelam, dan tentang bagaimana, di dunia yang penuh luka dan kehilangan, kebahagiaan tetap bisa tumbuh... dengan cara paling sederhana, namun paling menyakitkan. Sebuah cerita tentang jatuh, tersesat, bertahan, dan akhirnya-belajar hidup kembali dengan sebuah rumah yang lebih layak. __ Revisi : 27, April, 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines