Untuk Ghava (TAMAT)

Untuk Ghava (TAMAT)

  • WpView
    LECTURAS 389
  • WpVote
    Votos 201
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 19, 2023
Sebelum membaca jangan lupa follow terlebih dahulu. *** Sederhana. Tentang Ghava dan seribu kebohongannya. ~ "Gue gak takut sama manusia, gue gak takut sama masalah apapun yang ada di dunia, gue cuman takut kehancuran!" -Ghava Arion Mahawira- "Berbohong itu candu. Tapi karma berbohong jauh lebih candu datang kepada orang yang berbohong." -Arsyla Grizelle Frolenza- "Gue takut bohong. Karena awalnya kehancuran didasari oleh kebohongan." -Dareen Abizar Maheer- "Salah memilih itu masih wajar, tapi salah tujuan akan menghancurkan lo selamanya!" -Safa Gantari- Semoga suka sama ceritanya yaa. Hargai setiap karya seseorang dengan meninggalkan jejak setelah membaca☺️ No plagiat ya sayang😚
Todos los derechos reservados
#750
sadboy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • He's My Best Friend [END]
  • GASENDRA [ON GOING]
  • Hopeless Romantic
  • I'm Not A Villainess
  • GENTALA (COMPLETE)
  • THAKSA (On Going)
  • UNCOUNTABLE LOVE (ON GOING)
  • RAFAEL [END]
  • Transmigrasi Liana
  • ALXERO

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido