Aku Kamu Dan Palembang

Aku Kamu Dan Palembang

  • WpView
    Lecturas 3,805
  • WpVote
    Votos 2,692
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 30, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Di kota yang menyimpan ribuan kenangan dan rahasia yang berbisik di setiap sudutnya, dua jiwa yang retak dipertemukan bukan oleh kebetulan-melainkan oleh semesta yang tahu cara menyatukan luka. Cahaya, perempuan yang berjalan pelan sambil menenteng sunyi di dadanya. Barat, laki-laki yang menyembunyikan duka di balik sorot mata yang terlalu hening untuk dibaca. Tanpa arah pasti, mereka melangkah bersama, menjelajahi Palembang yang perlahan berubah menjadi ruang antara: antara pulang dan pergi, antara lupa dan mengingat. Ini bukan kisah tentang jatuh cinta. Ini tentang dua orang yang saling menemani dalam patah, lalu diam-diam menjadi rumah yang tak sempat utuh. Sebuah cerita tentang hadir yang singkat, tapi membekas. Tentang kehilangan yang tak menggelegar, tapi tinggal lama dalam diam.
Todos los derechos reservados
#7
lukadalamdiam
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Gotta Be You
  • Loving Like The Sun
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Segitiga Bermuda
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Denial Zone
  • Rumah Tanpa Jendela (HIATUS)

Surat-surat tak pernah diterima, jarak yang membentang, dan seberkas cahaya senja yang rebah di cakrawala. Bagi Bathara, hidup harus berjalan sebagaimana mestinya: meskipun kehilangan orang yang paling dicintai memang tak memiliki penawar. Ia mengerti, bahwa tak ada seseorang pun yang benar-benar sembuh dari luka. Hingga pada akhirnya, ia menerima dirinya-menerima bahwa segalanya tak akan kembali seperti sedia kala. Bagi Nakula, ia percaya bahwa setiap mimpi akan terwujud. Satu impian yang selalu disemogakan. Bangunan rumah di tepi pantai, dekat dengan mercusuar. Berhadapan langsung dengan konstelasi bintang yang membentuk peta langit. Cukup diisi berdua. Sederhana, hangat, dan nyaman. Waktu yang bergulir, raga yang tak mampu lagi didekap, dan permohonan maaf yang menunggu untuk dituntaskan. Dari Yogyakarta, sepotong kisah cinta bergulir.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido