Jatuh
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 19, 2023
Jatuh, Bisakah kita bangkit setelah jatuh begitu dalam? Bisakah kita melupakan trauma yang begitu mendalam? Bisakah kita membuat lembaran baru dengan membawa semua rasa sakit yang masih terpendam? Bisakah kita kembali pada pemberi rasa sakit yang tak kunjung teredam? Bisakah kita?? Mampukah kita?? Dengan semua tangis dan luka itu?? Mampukah kita menghapus segala emosi yang kini telah menjadi dendam?? Ini kisah seorang gadis belia yang masih mencari jatidiri nya setelah dengan luka diseluruh tubuh dan hatinya yang digores orang yang seharusnya begitu berarti baginya.
All Rights Reserved
#660
adek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • GADIS LANGIT
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Bukan Kita D.A.N
  • LUKA

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines