What Are We

What Are We

  • WpView
    Reads 510
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 7, 2023
Mengenalnya saja tidak cukup. Semakin aku mengenalnya, Ia terasa semakin jauh dan sulit kugapai. Ia misterius seperti teka teki. Aku ingin memecahkan teka teki itu dengan sebuah pertanyaan sederhana. Namun aku tahu ini tidak akan mudah. Aku memerlukan waktu dan menyiapkan perasaanku sebelum melontarkan pertanyaan tersebut di akhir kisah ini. Itu adalah pertanyaan yang hanya dapat dijawab olehnya. Satu satunya pertanyaan yang dapat menjadi kunci dalam kerisauan hatiku. Suatu waktu nanti.. ketika semesta mengijinkan.. aku ingin bertanya kepadanya... What are we?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Someday
  • MUTIARA
  • Unpredictable Love
  • Paradise
  • Istri Cadangan
  • Curious [COMPLETE]
  • LOVE FOR MY LOVE
  • Hyuka
  • Padam Nelangsa
  • Secret Behind Marriage (Completed)
Someday

[SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU] Samantha menjalani hidupnya bagai di negeri dongeng. Ia menikah dengan teman sekolahnya, William, dan hidup bahagia meski tidak dikaruniai anak. Dunianya serasa runtuh saat sang suami divonis mengidap kanker mematikan, yang mengharuskan William untuk segera memperoleh keturunan sebelum terlambat. William tak mampu. Dan hanya ada satu cara untuk mewujudkannya. "Apa yang kamu minta dariku, adalah mustahil." Bisik Samantha ketakutan. "Sam...hanya ini satu-satunya cara. Wasiat Ayahku sudah jelas. Perusahaan yang ia tinggalkan ini, semua kerja keras yang kubangun dari puing-puing sejak Ayah meninggal ini, hanya akan jatuh padaku, anak-anakku, atau Hansel sepupuku. Kita sama-sama tahu bagaimana bajingannya sepupuku itu." "Dengan segala hormat, Liam, dia sama bajingannya dengan Kakakmu--yang kamu minta untuk menghamili aku." "Sam..." William menunduk penuh rasa bersalah. Namun tak sedikit pun ia mengurungkan niatnya. "Aku tidak akan memintamu melakukan ini kalau saja aku punya pilihan lain. Kakakku, adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan aku. Kami sedarah dan setelah semuanya usai, anak itu akan menjadi milik kita, darah daging kita, hak waris kita yang sah. Tidak akan ada yang tahu soal ini selain kita bertiga." "Aku yakin bajingan itu tidak akan setuju dengan ide sintingmu." Liam tersenyum tipis. "Namanya Ralf. Dan dia tidak sepenuhnya bajingan. Lagipula, Sam, keputusan ini mutlak ada di tanganmu." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines