The Basement [Dozoura Fam]

The Basement [Dozoura Fam]

  • WpView
    Reads 301,020
  • WpVote
    Votes 19,149
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 8, 2023
Dozoura, Keluarga yang kental sekali dengan tradisi turun temurun mereka. Licik, penuh taktik, bahkan dikatakan sangatlah cerdik. Organisasi hukum dunia saja bahkan harus meminta Hinafuka untuk mengatasi mereka. Bagaimana mereka menghindari ancaman keluarga sadis itu? Tentu saja bersembunyi dengan penuh tekanan. Lalu, apakah mereka bahagia? Ya! Karena.... "Wang! wang.." "Iya itu uang, mau yang ini? bisa untuk beli pisang yang lebih banyak.." "Euhm! no! ni wang!" "Sepertinya anak ini hanya menganggap seribu Yen sebagai uang.." ...Sosok kecil itu hadir di antara mereka(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
All Rights Reserved
#16
basement
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SECERCAH ASA DIBALIK SUNSET
  • mafia girl
  • RANDOM ONESHOT
  • Alisia Leodra
  • Yang Katanya BAHAGIA [END]
  • Family Absurd (Tamat)
  • Deep Inside [Hinafuka Fam]
  • Petualangan Rui (Rui Untuk Dominic 2)
  • Oh My Baby Girl, Im Sorry!!!
  • Indigo Or Psychopath Family [END]

Berawal dari seorang gadis yang berputus asa atas masalah hidup yang ia alami. Sampai sampai hobinya yang memberinya arti kehidupan itu, serta mengembalikan harapannya yg terlanjur pupus terbawa masa. "Jangan terus ratapi kesedihanmu, kau bersedih seakan akan hanya kau saja yg memiliki masalah hidup. Nikmatilah hidupmu anak kecil, kalau kau terbawa arus masalahmu, kapan lagi kau nikmati indahnya dunia ini," ujar seorang pria yg langsung pergi setelah mengatakan itu. Mendengar ucapan pria tadi, lantas Tayana langsung bangkit dari duduknya dan celingak celinguk melihat siapa pria yg berbicara kepadanya tadi. "Siapa yg berbicara tadi, apa jangan jangan itu malaikat izrail ya yang bicara barusan.Oh tidak, ampuni aku Tuhan, aku janji bakal bangkit dari keterpurukanku. Tapi ku mohon, jangan ambil dulu nyawaku. Hutangku masih banyak," batinnya meronta ronta bergemuruh mengingat dan menebak bahwa suara tadi adalah suara malaikat pencabut nyawa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines