Diary Of 7 Bujang

Diary Of 7 Bujang

  • WpView
    Reads 2,430
  • WpVote
    Votes 811
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
Ada 7 bujang yang harus hidup dengan 7 challenge demi mendapatkan lahan tanah kosong. Perjuangan mereka, serta kesabaran mereka diuji demi untuk mendapatkan lahan tanah kosong tersebut dari dua orang adik kakak yang sangat keras kepala. Untuk apa sih lahan tanah kosong tersebut sampai diperebutkan?? Dan apa saja 7 challenge tersebut? Ujian demi ujian yang dihadapi 7 bujang tersebut membuat mereka tau apa arti dari keadilan, kebersamaan dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Cerita ini terdapat 7 bujang yang memiliki prinsip kehidupan yang berbeda. Meski berbeda-beda mereka tetap satu jua. Berbeda dalam agama? Nyatanya masih bisa saling menghargai. Berbeda dalam bahasa dan daerah? Nyatanya masih bisa saling memahami. Berbeda dalam suku dan ras? Nyatanya masih bisa saling menghormati. Tapi jika berbeda dalam perasaan, bagaimana? Wallahualam! Perbedaan itulah yang membuat benteng persaudaraan 7 bujang ini semakin kokoh. Layaknya seperti saudara kembar 7, pertemanan mereka nyatanya sudah dianggap sebagai persaudaraan. *** "Kalo lo semua mau lahan tanah itu, berarti harus memenuhi 7 challenge dari gue! Dan 7 challenge itu harus selesai dalam waktu 77 hari. Sepakat?" "Kalo lo semua ga bisa memenuhi challenge dari gue, berarti gue anggap lo semua gagal. Dan tanah itu akan segera gue bangun, tanpa basa-basi!" *** "Kita terima! Asalkan, lo juga harus memenuhi 3 challenge dari kita dalam waktu yang sama. Dan kesepakatannya juga sama seperti apa yang lo ucapkan tadi, Bang! Sepakat?" "Sure!" "Oke, deal!" ⚠️⚠️⚠️ Kata-kata yang terdapat di dalam cerita ini tidak baku dan menggunakan bahasa sendiri, baik itu diksi, narasi, ataupun percakapan. Mohon maaf apabila tidak sesuai ekspektasi dan tidak nyaman untuk dibaca, yang ku ketik itu hasil dari ide pikiran sendiri dan tidak menjiplak! Kreatif lah dalam membuat karya. Ide itu mahal dan susah untuk menemukan keunikannya. *** 'Ambilah ilmu itu tanpa melihat siapa orang yang menyampaikan nya.'
All Rights Reserved
#89
komunitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • JnB [JonBa] | 2 Kota ini?
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Don't Talk About Money
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • "Where Are You Now?"[Sequel To Destroy][THE END]
  • Assalamualaikum Cinta
  • ALRIN

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines