"aku rela menjadi payung untuk melindungi kamu dari segalanya."
Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan hal hal "itu" adalah sebuah hal yang istimewa bagi seseorang, tetapi pria itu sangat menyesali takdirnya memiliki kemampuan itu.
Ia sudah mencoba berkali kali untuk menutup "mata batin" nya itu, tetapi gagal. Akhirnya, ia menerima takdirnya dan mencoba untuk tidak merespon bahkan pura pura tidak "bisa melihat hal itu".
Namun, suatu hari ada kejadian yang menimpa seorang gadis yang ia kagumi, gadis itu mengalami koma dan arwahnya tidak bisa kembali pada tubuhnya.
Ia awalnya membenci kemampuan nya itu, namun semakin hari ia semakin bersyukur. Hingga ia rela menukar nyawanya, demi sang pujaan hatinya.
"Jika orang lain hanya melihat jiwanya yang terbaring koma di atas kasur, aku bisa melihat dia bahkan lebih banyak menghabiskan waktu dengannya." ~Carrel Argasha.
FOLLOW AUTHOR SEBELUM BACA:-)
{Cerita ini hanya FIKTIF belaka. Jika ada kesamaan nama, tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan}
Blurb :
Menjadi gadis dengan hidup yang begitu memilukan bukan pilihannya. Delila ingin merasakan bahagia mendapati kasih dan cinta dari orang tua serta temannya. Namun garis takdir seakan ingin menguji seberapa kuat mentalnya. Dan ya. Delila adalah manusia biasa dan dia tidak bisa.
Jiwanya rapuh begitu kenyataan seakan melemparnya ke dalam jurang pekat. Kematian adalah jalan dirinya menghindar dari belenggu yang merantai dirinya dengan kepahitan. Namun takdir memang tidak akan pernah puas. Delila kembali ditakdirkan untuk mendapatkan kesempatan hidup dengan identitas baru. Dan semua bukan tanpa alasan.
Delila musti mencari sosok yang mau membagi cinta dan kasih untuknya. Mau dengan suka rela mendoakan Delila agar damai di sana. Namun seperti sebuah aturan, Delila tak boleh membalas perasaan itu.
...
"Ya, pokoknya kalo lo gak mau jadi bego ya jangan jatuh cinta."
"Davin, mana ada orang bego karena jatuh cinta!"
"Ada."
"Siapa?"
"Nih, orang di sebelah gue."
"Davin!" Tangan Zelia dengan cepat mencubit lengan Davin membuat cowok itu mengaduh kesakitan.
"Sakit, Zel. Apaan sih lo!"
"Makanya jangan ngomong sembarangan. Orang gak akan bego hanya karena dia jatuh cinta, justru sebaliknya, cinta bisa buat sesorang berubah jadi lebih baik, penyayang dan lebih perhatian. Zelia pengin Davin kayak gitu."
17+
Cover by pinterest
Yuk ikutan intip ceritanya!!