Story cover for Black Code (Lima) by Narra140800
Black Code (Lima)
  • WpView
    Reads 4,200
  • WpVote
    Votes 431
  • WpPart
    Parts 20
  • WpView
    Reads 4,200
  • WpVote
    Votes 431
  • WpPart
    Parts 20
Complete, First published May 19, 2023
~lanjutan cerita



~TEMAN LAMA

~
"Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu

"ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv

tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya
~
"semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup

"amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam,

"kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut

Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan.
~
Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.
All Rights Reserved
Sign up to add Black Code (Lima) to your library and receive updates
or
#42misi
Content Guidelines
You may also like
ROSE'S  FOR THE DEATH. (SUDAH  TERBIT.)  by zazazaina
46 parts Ongoing
Di balik wajah dunia yang damai, tujuh pemuda menyimpan luka, kemarahan, dan dendam yang tak berkesudahan. Zed, pemimpin dingin yang tak pernah ragu membunuh. Zion, bagaikan api liar, brutal dan tak terkontrol. Kalif, diam dan sadis seperti kematian itu sendiri. Ishara, tengil, nyaring, dan menertawakan darah. Darda, hacker pendiam yang mengintai dan menusuk dari balik layar. Wallmond, beku tanpa emosi, hidup dalam kehampaan. Famael, tampak lembut tapi menyimpan keinginan untuk menyiksa jiwa. Mereka bukan sekadar sahabat. Mereka keluarga yang lahir dari kehancuran. Dibesarkan oleh dendam. Dipersatukan oleh tujuan kelam. Namun, hidup mulai bergeser saat takdir mempertemukan mereka dengan tujuh gadis muslimah-perempuan sederhana yang hadir tanpa niat, tanpa senjata, tapi perlahan-lahan merobohkan benteng besi di hati mereka. Almira tak pernah takut pada Zed. Kamila mampu menahan amarah Zion tanpa satu tetes air mata. Rahma menatap luka Kalif seperti ia ingin menyembuhkan, bukan menghakimi. Afifah menantang Ishara dengan zikir, bukan teriakan. Alya memahami keheningan Darda lebih dalam dari siapa pun. Azizah mendengar Wallmond bahkan saat dunia membungkamnya. Nabila menyentuh sisi Famael yang bahkan tak ia tahu masih hidup. Di tengah misi berdarah, rahasia masa lalu mulai terungkap-mereka bukan hanya pelaku, tapi korban dari permainan yang jauh lebih besar. Dan saat cinta mulai tumbuh di tanah yang kering, mereka harus memilih: melanjutkan dendam, atau menyelamatkan cinta yang membuat mereka merasa hidup untuk pertama kalinya. Karena dalam hidup yang penuh kematian... mereka hanya butuh satu hal untuk selamat: seseorang yang melihat mereka sebagai manusia.
Ashita 2  :   your Memory Of Darkness  by hasanalaili
60 parts Complete
Pada suatu hari terdengar langkah kaki kecil yang berjalan di tengah hutan seorang diri di tengah malam Tak ada yang menemani kecuali sosok yang berada di belakang nya untuk menangkapnya hidup - hidup Hingga dia menemukan sebuah anak terbuang yang di biaskan mati bergitu saja Ikut berjalan bersama nya melewati hutan itu yang tak tahu apakah dia manusia atau bukan Itulah lirik sebuah lagu yang menjadi kunci dari sebuah misteri dari masa lalu yang hilang ( Kakoto Ashita ) Hampir setahun sudah berlalu sejak kejadian yang membuat Ashita masih terus mencari jawabannya atas segala bertanya tentang siapa dirinya yang kini berkerja sebagai guru magang yang telah menjalani kehidupan dengan tenang dan bahagia Namun dia menyadari jika kehidupan tenangnya Telah terusik oleh kenangan masa lalu nya yang kini menerro dirinya dan keluarga kecilnya Dengan kepindahan nya ke sebuah kabupaten yang terpinggirkan yang ternyata menyimpan serangkaian kengerian yang bermula dari sebuah desa kecil setelah mendapat informasi jika desa itu merupakan desa di mana dirinya tinggal sewaktu kecil nya dulu untuk berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan desa itu setelah kepergiannya malah membuatnya mengalami serakaian mimpi terburuk nya Terlebih lagi dia di repotkan oleh keluarga besarnya yang berebut hak asuh atas dirinya dengan sejumlah kegilaan dan beberapa anak - anak yang mengalami berbagai masalah yang pelik Dan munculan seseorang yang mengaku sebagai atasan mendiang ayahnya untuk meminta dirinya kembali menjadi tentara bayaran untuk menyelidiki kasus yang pernah di selidiki oleh ayahnya Inilah petualangan seorang anak untuk mencari jati diri nya sendiri di kala dunia yang penuh kekejaman dan kekejian
Sudut pandang (felisha) by alghisty_
7 parts Ongoing
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
REUNI (Enam) by Narra140800
34 parts Ongoing
~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa rawatan yang aku jalani, tak kan tak sehat lagi, dah baik kita cepat, jenderal dah tunggu." Alicia mempercepat langkah kakinya. Setibanya mereka di akademi, Ali di sambut riang oleh semua teman-temannya terutama ejen wanita yang baru selesai menjalani perawatan sehabis kejadian yang menimpa sebelumnya. "Wah, rindu sangat ngan kau, Ali." heboh Moon seraya meninju bahu Ali. "Haha, aku pun rindu juga dengan korang semua. Haa, Khai...macam mana misi korang semalam?" tanya Ali sambil mendekati sahabatnya itu. "Tak sepenuhnya berjaya," jawab Khai lesu. "Eik, kenapa?" "Tak pe lah, yang terpenting Black Code tu dah tak ganggu dia." ucap Jet seraya merangkul Khai. "Ye dan lagi kita dah berjaya selamat kan Rizka," ucap Chris menimpali. "Betul juga, Rizka kau tak cedera kan?, kita orang di bagi tau ejen Geetha yang kau tu tekena tangkap." ucap Mika sambil mendekati Rizka. "Iya, yang herannya gw gak ingat siapa yang udah nyelamatin gw." jawab Rizka yang terlihat sangat linglung. "Bukan diorang ke?" tanya Roza bingung karena yang mereka semua dengar Jet dan ketiga rekan mereka menyelamatkan Rizka dari ruang bawah tanah tempat ia di sekap. "Bukan, kita orang tejumpa Rizka dah tertidur kat luar ruang bawah tanah tu. Belum sempat masuk." terang Jet. "Belum lagi, Anggrek Merah masih belum tertangkap." ucap Rudy mengejutkan semua orang. "Tapi untuk masalah tu, uncle cakap kita orang tak kan ikut sertai misi penangkapan Anggrek Merah, jadi aku rasa kira orang dah benar-benar terbebas dari semua masalah." ucap Ali untuk menenangkan kegelisahan teman-temannya. ~Mohon maaf kalo update nya lama dan tidak terjadwal karena author sibuk memikirkan alurnya (⁠-⁠_⁠-⁠;⁠)⁠・⁠・⁠・
A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING] by HanifAlIhsan
39 parts Ongoing
Aqeela Fernandez punya dunia sendiri-penuh warna, tawa, dan sedikit kekacauan. Mahasiswi Desain Komunikasi Visual ini dikenal cerewet, ceria, dan paling anti ikut aturan hidup... termasuk soal perjodohan. Maka dari itu, saat seorang pria asing bernama Harry Vaughan tiba-tiba nongkrong di teras rumahnya sambil ngetik laptop dengan santai dan mengaku sebagai calon suaminya, Aqeela langsung panik. Katanya, perjodohan itu hasil ide konyol dari mama Aqeela dan mama Harry yang bersahabat sejak muda. Yang bikin tambah kesal? Kenapa dia yang dijodohkan duluan, bukan kakak-kakaknya? Aqeela memutuskan kabur ke apartemen demi menjauh dari "drama keluarga." Tapi belum genap satu hari tinggal sendiri, datanglah masalah baru: seorang anak perempuan empat tahun yang tersesat... dan secara ajaib, wajahnya mirip Aqeela kecil. Lebih parahnya? Tetangga sebelah apartemen itu ternyata adalah Harry. Lagi. Terjebak dalam situasi tak terduga, Aqeela dan Harry pun menjadi "orang tua dadakan" untuk anak kecil bernama Raqilla. Awalnya hanya penuh drama dan protes, tapi hari demi hari, Aqeela mulai merasakan sesuatu yang ganjil-rasa familiar, deja vu yang menyakitkan, dan momen-momen tertentu yang membuatnya seolah... pernah melalui semua ini sebelumnya. Harry tetap tenang. Ia selalu memperlakukan Aqeela dengan lembut, seolah menyimpan rahasia besar yang belum waktunya diungkap. Di tengah kebersamaan yang terpaksa tapi perlahan terasa nyaman, Aqeela mulai mempertanyakan: Apakah ini benar-benar awal... atau hanya lanjutan dari kisah yang pernah ia lupakan?
You may also like
Slide 1 of 10
Aku & Kamu Kita cover
IN ANOTHER LIFE (ON GOING) cover
Teman Lama (Empat) cover
ROSE'S  FOR THE DEATH. (SUDAH  TERBIT.)  cover
LUKA BIASA GADISKU cover
Beautiful Little Maid cover
Ashita 2  :   your Memory Of Darkness  cover
Sudut pandang (felisha) cover
REUNI (Enam) cover
A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING] cover

Aku & Kamu Kita

68 parts Ongoing

Qil... maaf, gue nggak sadar sama apa yang barusan kita lakuin," ucap Mohan, suaranya lirih, penuh penyesalan. Namun penyesalan itu tak mampu membendung luka di dada Aqila. Ia menatap Mohan dengan mata yang basah dan penuh kekecewaan. Suaranya pecah, histeris, "Diem lo! Gue salah apa, Mohan? Kenapa lo jahat banget sama gue? Gue benci lo, Mohan! Akhhhhh!!" Jeritannya menggema, memecah malam yang sepi. Mohan panik. Ia mendekat, mencoba menenangkan dengan memeluk tubuh Aqila yang bergetar. Tapi Aqila memberontak, menolak sentuhan itu seolah menyentuhnya adalah membuka kembali luka yang belum sembuh. "Lepasin! Lepasin gue! Jangan lakuin itu lagi... Sakit... Sakit!" isaknya keras. Mohan terdiam sesaat, menelan semua rasa bersalah yang menyesakkan. Ia mengendurkan pelukannya, menatap wajah Aqila yang basah oleh air mata. Dengan lembut, ia genggam wajah Aqila, memaksanya menatap ke arahnya. "Oke, gue lepasin. Tapi plis, Qil... Tenang dulu, oke?" Aqila hanya terisak. Tidak menjawab. Tidak memukul. Tidak menolak. Tapi juga tidak menerima. Malam itu menjadi saksi, bahwa kadang maaf tidak cukup. Ada luka yang butuh lebih dari sekadar kata-kata untuk sembuh.