The Though Fighter

The Though Fighter

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, May 19, 2023
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Tagsaksi
Luke sang pembunuh berdarah dingin, tidak sengaja bertemu dengan anak kecil bernama Luna si gadis kecil periang. Yang kelak akan membuat kehidupan Luke berubah. Ibunya Luna, Lucy Watson yang merupakan teman sekolah dasar Luke dan merupakan cinta pertamanya kini datang, Lucy yang membuat kehidupan Luke menjadi seperti sekarang. Bagaimanakah kisah mereka? Akankah mereka bisa memiliki kisah cerita mereka sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • I LOVE MIMA (Lurah Family)
  • SIDNEY
  • KEBETULAN YANG TERLALU RAPI
  • ADARA
  • Identitas Tersembunyi
  • STRUGGLE OF LULU (Jmt48)

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines