Cinta yang di tulis Angin

Cinta yang di tulis Angin

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 5, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Di tengah bayang-bayang kenangan yang menghantuinya. Aran, seorang pria yang terperangkap dalam nostalgia masa lalu ketika bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan seseorang di masa lalunya. Di seberang jalan emosional Aran. Ada Ara, seorang perempuan yang telah lama menyimpan perasaan untuk Aran. Meskipun ada di sekitarnya dan siap memberikan dukungan, Aran tidak menyadari perhatian dan cinta yang diam-diam ditujukan padanya. Namun, apakah cinta sejati dapat tumbuh di antara puing-puing masa lalu yang selalu menghantui? Novel ini membawa pembaca dalam perjalanan penuh dengan emosi, dari kehilangan hingga potensi kebahagiaan baru. Namun apakah perjuangan Ara akan berhasil atau justru akan sia-sia?, dan apakah Aran dapat melihat dan menerima cinta Yang sudah ada di sekitarnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mawar Putih Untuk, Alea (END)
  • Our Marriage
  • Labirin Rasa
  • The CEO I Once Loved [ SELESAI ]
  • Naura & Lukanya
  • Kanvas Merah
  • Promise
  • Embrace again, Arnan
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)

Alea Almeira, seorang gadis yang hidup dalam bayang-bayang luka yang tak terlihat. Sebuah tragedi di masa lalu telah merampas cahayanya dan meninggalkannya dalam keheningan yang dingin. Hari-harinya berlalu dalam kesendirian dan kehampaan, hingga ia percaya bahwa luka itu akan menjadi bagian dari dirinya untuk selamanya. Namun, segalanya mulai berubah ketika Daren Wira Mahendra, sahabat lamanya yang selalu ada di balik layar hidupnya, mulai semakin mendekat. Tanpa banyak bicara, tanpa paksaan, Daren membawa kehangatan yang perlahan mencairkan musim dingin dalam hati Alea. "Kadang, yang kita butuhkan bukan orang yang bisa menyembuhkan... tapi seseorang yang bersedia duduk diam bersama luka itu." -Mawar Putih Untuk, Alea-

More details
WpActionLinkContent Guidelines