Indahnya Ta'aruf

Indahnya Ta'aruf

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2024
Ig :Jangan lupa Follow👇🏻 @prb_kaaa @athaya_mhmmd.p @zea.almaira_ _________________________ "Ck, jalan itu pake mata." "Maaf, saya kalo jalan bukan pake mata tapi pake kaki, mbak" _________________________ "Saya maunya kamu, bukan orang lain." _________________________ "Ya Allah, yakinilah hatiku. Bahwa keputusan yang aku ambil, adalah keputusan yang tepat. Bimbinglah aku, dalam setiap langkahku." _________________________ Tentang seorang gadis berusia 19 tahun yang diajak Ta'aruf oleh seorang pemuda berusia 25 tahun. Bagaimana jadinya jika sifat mereka bertolak belaka. Akankah kehidupan mereka akan bahagia, ataukah banyak sekali Ujian yang harus mereka lewati. Pengen tau kelanjutannya, yuk baca cerita ini, jangan lupa sebelum baca. Budayakan follow & vote terlebih dahulu. Jangan lupa komen juga, Syukron Happy Reading 🤍
All Rights Reserved
#239
agama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Risalah Kasih
  • Humaira Aghata Asilla[Selesai]
  • Afwan Hanum ✔ [SELESAI]
  • Tunggu Aku Syahla
  • MANA JANJI MU GUS?!
  • Dia dan Doa
  • Bittersweet in Pesantren

Jangan lupa follow sebelum baca..! Kisah seorang wanita yang begitu tegar menjalani ujian hidup yang mendera nya. Pernah mengecap manisnya pernikahan namun juga Pahitnya perceraian. Namun takdir Allah memang akan selalu berbuah manis bagi mereka hamba yang sabar. Karena pada akhirnya Dia akan di pertemukan dengan sosok Lelaki yang tepat. " Lalu bagaimana bisa Pernikahan di lanjut Jika mempelai Pria nya saja tidak ada..!" kata Pak Imron selaku ayah Syifa dengan gundah. Syifa hanya bisa meringis dalam pelukan Ibu nya. Sejak awal dia memang punya firasat tidak enak tentang perjodohan ini. Dia memang Janda tapi bukan berarti bisa dipermainkan seenaknya. " Tunggu dulu Pak Imron..!" Sergah Bu Nyai sambil tersenyum jumawa. " Daripada di batalkan, bagaimana jika kita lanjutkan saja pernikahan ini dengan mempelai Pria lainnya.. Yang Insyaa Allah jauh lebih baik dari Pria itu.." Syifa membelalakan mata nya tak percaya dan merasa ini adalah sebuah lelucon ketika dia dinikahkan dengan seorang Lelaki yang pernah menjadi anak didik nya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines