We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
QUEEN over KING

QUEEN over KING

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 26, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Princess Alexa kandidat terkuat menjadi Empress, harus meninggalkan impiannya terbang bebas dari kerajaan. Keinginan ibunya membuatnya harus menjadi pemilik tahta Kerajaan Airland. Meski dia tau anak dari selir ayahya tidak akan tinggal diam. Dalam perebutan tahta, ada cinta dan kehadiran orang di masa lalu. "Aku akan membantumu mengembalikan tahta padamu, tapi aku ingin kamu memenuhi keinginanku." "Apa yang kau mau?" "Bebaskan aku." "Bagaimana bisa aku membebaskan orang yang akan membuat keturunanku tetap berkembang?" "Kau!" ----- "Aku akan membuat Chetau untuk para selirku." "Apa! Jangan gila kau Alexa, bagaimana bisa wanita memiliki Selir?" "Kenapa tidak? Jika Emperor saja harus mengembangkan keturunannya untuk menjaga tahta, begitu juga jika aku yang berkuasa." "Alexa!" "Tenang saja Ayah, aku akan menjaga selir-selirku dengan baik." ----- "Kenapa aku tidak boleh mimilikimu!" "Karena kau saudaraku!" "Aku bukan saudaramu!" "Kau gila Kak." "Ya, aku gila... aku gila karena cintaku padamu, Alexa...." "Tutup mulutmu." "Aku akan menjadi Selirmu, camkan itu!" -----
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • GOOD STORY LOVE
  • The  Replacement Lady (End)
  • Psychopat [SELESAI]
  • Sang Panglima (Tamat)
  • Villainess Illusion
  • Wasted Princess [On Going]
  • Permaisuriku~ (END)
  • Arsyilazka
  • Dear ASSASSIN✓

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines