Mr. Buruk Rupa

Mr. Buruk Rupa

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 20, 2023
Synopsis; ada yang nonton fyp di tiktok dengan judul dibalik wajah buruk rupa ceoku?? Btw, itu karya aku yah lovers, sayangnya itu hanya ada di apk sebelah. So ... Karena banyak yang penasaran sama kisahnya, aku bikin versi WP. Dan semoga pada suka yah lovers. Dipaksa menikah dengan pria tua super kaya, namun rumornya Ia penyuka sesama jenis. Ini kisah seorang Aza, gadis muda berusia 20 tahun. Ia di jodohkan oleh ibu tirinya kepada seorang ceo tua untuk melunasi hutang keluarga mereka, namun siapa sangka ketika malam pertama, ia tidak mendapati seorang pria tua yang katanya juga lumpuh, namun yang ada hanya seorang pria tampan dengan perut kotak-kotak. ''Siapa Anda, Tuan? Apa saya salah kamar?'' Pria tampan itu melangkah mendekat dan menundukkan wajahnya dan berbisik, ''No, gadis manis tidak salah kamar, ini memang kamar kita.'' Aza membulatkan matanya dan menatap kepada pria tampan yang sedang tersenyum kepadanya, ''Tidak, tidak mungkin! Yang aku nikahi itu pria tua, bukan pria tampan seperti Anda, Tuan! Saya pasti salah masuk kamar, maaf. Jika begitu saya permisi dulu,'' Namun lengan kekar itu malah menghentikan langkah Aza dan menariknya ke dalam tubuh yang kekar lagi berotot. ''Mau kemana kamu, gadis manis? Bukankah ini malam pertama kita?'' tanyanya dengan senyum menyeringai. Bulu kuduk Aza merinding, ia tidak bisa berucap apapun, dirinya terpana dengan ketampanan pria yang ada di depannya saat ini. Tanpa meminta izin Aza, pria tampan tersebut langsung saja menggendong tubuh Aza. ''Bisakah kita menunda malam pertama ini?'' Pria itu menyeringai dan kembali berkata, ''Tidak! Saya butuh Rahim kamu untuk melahirkan seorang putra yang tampan!''
All Rights Reserved
#319
tampan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • FAT(E) LOVE
  • When You Talk
  • DIVIDED LOVE
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • ArKa (End)
  • Dear R [Hiatus]
  • Arsyilazka
  • MAS SUAMI (END)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines