My Amygdala

My Amygdala

  • WpView
    LECTURAS 32
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 5, 2023
Terinspirasi dari sebuah lagu berjudul " Amygdala " yang di rilis oleh salah satu member BTS asal Korea Selatan yaitu Min Yoogi atau lebih sering di panggil Suga. Amygdala sendiri merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi, khususnya pada emosi negatif, rasa takut serta deteksi bahaya. Ketika volume amigdala menyusut dan aktivitasnya meningkat, manusia cenderung mengalami depresi. Semua orang mungkin memiliki kenangan buruk masing-masing. Ada beberapa orang yang lebih memilih melupakan ada pula yang terlarut kedalamnya. Seolah tak bisa lupa, amigdala semakin membuat sebagian orang tak luput dari memori buruk hingga menimbulkan trauma. Tak semua orang biasa menyuarakan isi hatinya sehingga mereka lebih memilih menelannya pahit-pahit. Namun beruntungnya mereka ketika menemukan sesosok yang bisa dijadikan rumah istirahat ataupun tempat bertukar cerita, namun bagaimana dengan yang tak memilikinya?
Todos los derechos reservados
#25
insecure
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rumah Yang Tak Pernah Ada
  • ✔ Tears For Love || Min Yoongi (Suga)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Memoar Hometown
  • You Never Walk Alone
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Sweet_Past 'myg'
  • Bagian tak berjudul 1
  • 𝐈𝐧𝐝𝐢𝐠𝐨 𝐌𝐞𝐧 - 𝐌𝐢𝐧 𝐘𝐨𝐨𝐧𝐠𝐢 [𝐄𝐍𝐃✓]
  • Silence [END]

"Semua orang punya jalan hidup yang berbeda, dan kita di paksa menerima keadaan yang ada" --- Mereka dilahirkan dalam satu atap, namun tumbuh dalam tujuh arah yang berbeda. Ketika ayah pergi tanpa pamit dan ibu memilih hidup untuk dirinya sendiri, tujuh saudara kandung harus menghadapi dunia tanpa tempat untuk pulang. Satu per satu mereka dipisahkan oleh keadaan-diasuh saudara jauh, diadopsi, dititipkan, bahkan ada yang harus bertahan sendiri di jalanan. Meski terpisah, satu hal tetap sama: kenangan masa kecil yang hangat dan ikatan darah yang tak bisa diputuskan waktu. Tujuh anak yang terluka, tujuh jalan yang penuh luka, dan satu harapan yang tetap hidup-bahwa suatu hari nanti, mereka bisa menemukan rumah... bukan tempat, tapi hati yang saling menerima. ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido