Simpanan Sang Pangeran

Simpanan Sang Pangeran

  • WpView
    Reads 3,241
  • WpVote
    Votes 268
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
OPENING Dalam tidurnya, Alena mendengar seseorang memanggil namanya namun matanya tidak ingin terbuka karena kelelahan dan ia masih butuh tidur untuk waktu yang lama. Tapi beberapa waktu kemudian, ia merasakan punggungnya dihujani ciuman hangat hingga menjalar berakhir pada bokongnya. Alena membuka matanya spontan dan menoleh ke belakang tubuhnya. Ia menjernihkan kepalanya dan mengumpulkan potongan ingatan semalam. Adi, bar, seorang pangeran, toilet, hotel dan RADIT! Ia masih berada bersama Radit hingga saat ini. "Dit, kamu ngapain?" Tanya Alena dengan suara sengau karena baru saja terbangun dari tidurnya. "Sarapan." Jawab pria itu serak. Ya, suaranya memang berat namun pagi ini terdengar lebih berat dan serak. Perpaduan yang sangat seksi bagi Alena bahkan hanya dengan mendengar suara pria itu. Radit kembali menciumi punggung dan menuju ke bahunya. Mencium Alena dari belakang setelah memalingkan wajah wanita itu agar menghadap padanya. Sambil melakukan itu, Alena merasakan sesuatu terselip di bagian bawah tubuhnya. Matanya membulat saat menyadari pria itu sedang memasukkan miliknya ke dalam tubuh Alena. "Dit, aku ngga bilang mau ngelakuin ini lagi sama kamu." "Well, you're still here jadi aku anggap kamu masih mau melakukan ini."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harta Tahta Alita
  • Alinka's Story! [Completo]
  • arsen
  • Our Mistake
  • The Sexy Lecturer Is Mine
  • Tejebak Lelaki Brengsek!

COMPLETED ✓ Ini bukan cerita tentang perebutan harta, bukan juga tentang berebut kedudukan atau tahta. Tapi ini cerita tentang tiga laki-laki tampan dalam satu rumah yang berebut hati Alita. "Gue dulu, jadi Alita itu milik gue!" hardik pria yang mengenakan seragam putih abu-abu, ia menggenggam tangan Alita. "Gak bisa. Lo terlalu bocah buat, Al," balas Gilang, ia menarik tangan kiri Alita hingga lengan gadis itu menabrak dada yang kokoh untuk laki-laki seumurannya. "Ehh ... Ehhh." Mereka saling menarik tangan Alita hingga membuat sang empunya kesakitan. Grep. Mata Alita membulat lebar tatkala merasakan tangan kekar melingkar di perutnya. "Berhenti. Kalian gak boleh ngarep dapetin Alita," tukas Adnan, ia menatap tajam kedua adiknya. "Pergi sana," katanya lagi. "Gak!" balas Gilang dan Alif kompak. "Ini perintah! Kalian gak boleh membantah!" Adnan menunjukkan sipat kepemimpinannya, hingga kedua adiknya mengangguk dan perlahan melepaskan tangan Alita kemudian berlalu meninggalkan mereka. "Tangan kamu sakit ya?" tanya Adnan, ia masih memeluk Alita. Gadis itu hanya mengangguk. Pria bertubuh seksi itu mengecup ceruk lehernya kemudian menenggelamkan wajahnya disana. Batin gadis itu berteriak, dipeluk Adnan dari belakang seperti ini sangat tak baik untuk kesehatan jantungnya. "Akan saya pastikan tidak ada yang bisa miliki kamu, kecuali aku, Al," katanya. Alita menoleh spontan ke samping saat mendengar itu, matanya membulat lebar dan dia? Tercipta senyum smirk di bibir tipisnya kemudian-- "Hmppphh.." Pria itu mengecup bibirnya hingga ia semakin membulatkan mata lebih besar, lalu memejamkan mata saat merasakan lidahnya yang mulai memasuki mulut, mengabsen gigi-gigi Alita yang berderet rapih hingga tubuh gadis itu memanas. Gimana? Penasaran? Baca dan jangan lupa tinggalkan votmennya 😘

More details
WpActionLinkContent Guidelines