Story cover for RELATABLE  by CLOVERICH01
RELATABLE
  • WpView
    Bacaan 20
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 4
  • WpView
    Bacaan 20
  • WpVote
    Undian 0
  • WpPart
    Bahagian 4
Cerita Lengkap, Pertama kali diterbitkan Mei 21, 2023
Entah ini sebuah lirik atau hanya celotehan otak belaka, yang jelas ini memuak-kan. Dunia ga cuma seputar teori, tapi juga perlu aksi. Apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan uang, jika hanya mengandalkan teori tanpa pergerakan? Pahami lah setiap kata nya kemudian lakukan. Jika kamu terlalu terpacu pada kata-kata, lalu apa itu pantas di sebut sebuah perjuangan? Setidaknya berjalan lah sembari mendengar dalam diam.
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan RELATABLE pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
#66sengsara
Garis Panduan Isi
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah oleh akmal1505
25 bahagian Sedang Ditulis Matang
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
Syal Merah oleh FabianBadaiAntashena
5 bahagian Sedang Ditulis
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
You may also like
Slide 1 of 9
MEMBUKA OPINI cover
Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ) cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
Alicia Stories : In Another World cover
The Dark Side(END) cover
Syal Merah cover
AKSA [SELESAI] cover
H.I.M 2 cover
Behind The Smile (TERBIT) cover

MEMBUKA OPINI

151 bahagian Cerita Lengkap

Hanya orang bodoh yang kebetulan berpikir tentang definisi dari kehidupan dan bagaimana perasaan hati yang harus kita hadapi demi mendapat kan bahagia dengan dorongan motivasi ???