Agraris

Agraris

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 3, 2023
Jika mendengar kata Agraris maka yang ada di pikiran Alana Indonesia, namun semua berubah tepat di hari pertama PKKMB Fakultasnya hari dimana Alana bertemu dua orang dengan kepribadian yang sangat berbeda. Saat mendegar kata Agraris maka ia akan mengingat Agra dan Aris dimana teman seangkatan bahkan beberapa dosen, senior dan junior di Fakultas Pertanian juga menyingkat nama mereka menjadi Agraris. Biar gak ribet kalau kata mereka. "Gra Ris gue tuh sebenarnya nggak mau temenan sama kalian, soalnya kalian terlalu terkenal seantero pertanian gue gak kuat tiap lewat bareng kalian di liatin mulu kaya artis aja gue di liat-liat. Tapi kata orang kuliah itu berat jadi harus punya teman untuk sama-sama berjuang. Makanya gue berubah pikiran buat temenan sama kalian jadi ayo kita sama-sama berjuang biar nggak berat".
All Rights Reserved
#721
mahasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • Aku Ingin Bercerita
  • Hi, Pak Dosen!
  • KKN; Where Were We Before? 1 (True Story)
  • Namanya Array
  • Diary Nur
  • BK VS BAD GIRL {END} βœ“
  • Magnet [Selesai]
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI

dari semua rumus matematika yang pernah ku pelajari, cuman satu yang belum bisa kupahami: kenapa hati bisa deg-degan tiap kali lihat sahabat sendiri jatuh cinta. Namaku Aluna. Di sekolah, orang orang manggil aku "ratu matematika"-judul yang kuterima bukan karena aku suka, tapi karena aku selalu jadi andalan pas ujian. Sahabatku ada dua: Arsen dan luci. Kami bertiga kayak sudut segitiga sama sisi-saling seimbang, saling menguatkan. Arsen, ketua OSIS merangkap bintang Pramuka, jago main gitar, dan gak pernah kekurangan kata-kata buat pidato. luci, cewek yang seolah punya dunia sendiri-bakatnya di gambar, suara merdunya, dan aksen Inggrisnya yang bikin guru pun diam. kami bertiga sudah bareng sejak kelas 10. dan di kelas 11 ini, semuanya masih sama. sampai satu hari, Arsen bilang sesuatu yang mengubah semuanya. "lu," katanya pelan waktu kami duduk di tribun belakang sekolah, "gue rasa... gue suka Luci."

More details
WpActionLinkContent Guidelines