Impossible || Marselino fanfic

Impossible || Marselino fanfic

  • WpView
    Reads 15,189
  • WpVote
    Votes 896
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 4, 2023
Menjadi bagian dari sepenggal cerita hidup seseorang yang selalu kamu anggap 'berharga' tentu saja adalah hal yang paling menyenangkan bukan? Tapi hidup tidak bekerja se-simple itu. Dunia juga tidak selamanya berputar mengikuti arah langkahmu. Tapi bagi Lana selama arah langkahnya menuju titik yang sama dengan sahabat kecilnya, Lino, semuanya akan baik-baik saja. Dunia bisa berputar kearah manapun, dan mereka akan tetap melangkah ke titik yang sama. "It's not really impossible no, lo tau gue bakal tetep stay disini....." -lana
All Rights Reserved
#15
arhanpratama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALONE || JENO LEE
  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • From Here to Mars [FIN]
  • CREATING LOVE
  • ALLAND
  • Kue Stroberi Tahun Depan
  • tolong selalu temani erinee,yaa??

"Ini adalah kisah seorang anak yang selalu merasa sendirian, meskipun dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya. Ia tetap berusaha dengan keras dalam menghadapi tantangan hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap hari, ia merasa seperti tidak dibutuhkan, seperti bayangan yang tak terlihat. Pertanyaan dari orang tua nya, menjadi pil pahit yang mengingatkan dirinya tentang kesendirian yang tidak pernah terobati. "Abang bagaimana hari ini sayang?" tanya sang papa dengan senyum hangat. "Adek, bagaimana dengan sekolahnya?" tanya sang mama dengan tatapan hangat dan penuh kasih. Tidak dapat di pungkiri, Jevin merasakan luka yang teramat dalam. Namun, dia hanya bisa menggumam pelan, "Mereka sungguh terlihat sempurna tanpa aku". Jevin merasa seperti tidak memiliki tempat dalam keluarga ini, seperti tidak ada satu pun dari mereka yang membutuhkannya. Dalam kesendirian yang menghantuinya, ia tetap berusaha untuk menjadi lebih kuat. Jevin akan berusaha menghadapi setiap tantangan hidup nya dengan berani dan tangguh, meskipun jika dia hanya sendirian, dia akan tetap maju tanpa meminta bantuan orang lain. Namun, meski pun begitu, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih sangat berharap akan ada seseorang yang dapat memahami dan mendengarkannya. Ia juga berharap akan ada seseorang yang dapat melihatnya, bukan hanya sebagai bayangan yang tidak terlihat. Namun juga sebagai seseorang yang layak untuk dicinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines