Get Well Soon

Get Well Soon

  • WpView
    Reads 8,635
  • WpVote
    Votes 151
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2025
Tidak ada yang tahu alasan Ris pergi ke IGD sendirian dengan kondisi fisik yang berantakan. Sementara, alasan Adimas menjadi seorang dokter pun tidak jelas sampai kinerjanya selalu dinilai pas-pasan. Ketika Adimas menjadi dokter penanggung jawab penyakit Ris, Adimas punya alasan untuk menjadi lebih baik karena merasa bertanggung jawab untuk sang pasien yang hampir selalu sendirian.
All Rights Reserved
#835
medis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heartbeat Trauma
  • My Devil Doctor ✓
  • Doctor & I; Eccedentesiast
  • Boulevard Revenge
  • COASS COOPERATE 2.0 [ProduceX101 Ver]
  • The Kwons: Life, Love, And Ghosts
  • Nearlend
  • Pak Dokter (On Going)
  • Anomali Hati (Completed)
  • Prognosa: Ad Bonam

Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines