A to Z (Jaeren)

A to Z (Jaeren)

  • WpView
    Reads 1,299
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 18, 2024
Komunikasi memang tepat dijadikan landasan dalam sebuah hubungan untuk memberikan sebuah afirmasi bahwa keduanya saling mencintai. "Teruslah berkata seperti itu kepada bayanganmu di dalam cermin yang pecah." "Apa maksudmu?" "Kau hanya memberikan semangat dan harapan semu kepada dirimu yang telah hancur berkeping-keping." "Ren, aku mohon berikan sedikit waktu untuk aku mulai menyesuaikan diri saat menjalin hubungan denganmu." "Tidak ada yang bisa memilikinya selain diriku sendiri. Jika aku tidak dapat memilikinya, maka tidak ada yang boleh memilikinya." © Cassiyopeia.
All Rights Reserved
#36
jayren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • We Found Another Love [Completed]
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • ADA CINTA
  • Rest of Us
  • ʏᴏᴜ ᴀʀᴇ ᴍʏ ᴅᴇꜱᴛɪɴʏ (ʟɪʟʏɴɴ)
  • Asphalt and Heartbeat
  • NALA 2: The Storm We Called Love
  • HUSBAND
  • BOUND BY FATE | Dohhan
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines