Dua sahabat yang dulunya tak terpisahkan, berbagi tawa, rahasia, dan hari-hari panjang bersama. Mereka seperti cermin satu sama lain selalu ada, saling menjaga. Namun, semuanya mulai berubah ketika salah satu dari mereka mulai membuka pintu untuk teman-teman baru. Sedikit demi sedikit, kepercayaan yang dulu begitu kuat mulai retak. Pilihan demi pilihan, kepercayaan itu dihancurkan bukan karena satu kesalahan besar, tapi karena luka kecil yang terus diulang: lebih percaya pada orang lain, lebih memilih kebersamaan dengan teman baru, dan meninggalkan sahabat lamanya di belakang.
Hingga akhirnya, tak ada yang tersisa selain diam dan jarak. Cerita ini adalah tentang kehilangan, tentang rasa sakit yang datang bukan dari musuh, tapi dari orang yang dulu disebut rumah. Dan bagaimana, kadang, yang paling menyakitkan bukanlah perpisahan... tapi dilupakan.