HISTORI NAYLA

HISTORI NAYLA

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 23, 2023
Kalau kamu penasaran mampir xixi ¿No es más emocionante en el mundo isekai? { bukankah lebih seru dalam dunia isekai? ) , Nayla mengatakan dengan sangat antusias dan tersenyum bangga. romeo memutar bola matanya malas, dan berkata '' jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal nay , hanya karena kau menyukai game itu''. balas romeo sambil memakan keripik kentang yang didapat dari lemari es nayla. ''jangan menghabiskan camilan ku meoooo'' sambil berkacak pinggang dan menatap romeo dengan gemas. ''hehehe'' cengir romeo dan menatap nayla ''nay kau tau, bunda tidak mengizinkanku untuk memakan keripik, dan aku suka keripik cuman disini aku bisa mendapatkannya'' balas romeo dan menatap melas pada nayla. ''terserah padamu saja'' balas nayla dengan menghela nafas lelah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Target Cinta (Tamat)
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • 9096 (Complete)
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Suddenly Marriage
  • She is . . .
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • ice bear kesayangan
  • (end) My Family Really Has A Goldmine

Aku masuk ke salah satu game cewek. Jenis game yang menyajikan plot cinta, target pria menawan, dan bonus ucapan sayang dari karakter. Masalahnya.... Satu, aku bukan tokoh utama. Dua, aku bahkan tidak pernah memainkan game tersebut! Tiga, tidak ada telunjuk emas yang bisa membantuku hidup nyaman, tenteram, dan makmur. Lantas apa yang harus kulakukan? Jawabannya: tidak ada. Jalani saja semua dengan gagah berani sekalipun dalam hati ingin menangis. *** "Si-siapa?" Suatu hari ada sosok mencurigakan yang bisa saja disamakan dengan tukang tagih utang versi elite. Namun, tukang tagih utang yang satu ini tidak menyuruhku mencicil utang maupun menjual ginjalku. Dia berkata, "Ayo pulang ke rumah. Kami sudah menunggumu." Mana bisa aku percaya sesuatu yang terlalu baik untuk jadi nyata? Mimpi? Hanya orang naif yang meyakini bahwa semua manusia itu berbudi baik tanpa niat buruk. Namun, aduh! Hidup melarat itu tiada tertahan! Aku mau setidaknya bisa makan tiga kali sehari! Nasi, lauk lengkap, dan bukannya mi instan yang porsinya kubagi dua demi kepentingan jangka panjang! "Tu-tunangan siapa?!" Aku tidak berniat ikut campur! Sumpah! Pria elok bagai merak jantan itu ternyata tunanganku? Si-siapa yang menulis skrip? Kemari! Cepat beri aku plot alternatif! Mengapa rasanya leherku seolah berada di bawah naungan pedang tajam, sih? Oh oke, tunanganku terlalu menggoda. Barangkali colek sedikit tidak ada ruginya bagi siapa pun, 'kan? ... atau tidak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines