NIRINA

NIRINA

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 1, 2023
Mata itu sedikit mengerjap, sapuan tangan di rambut nya dia rasakan sejenak. Ingat terakhir kali dia sendiri, lantas saja mata itu mengerjap lambat lalu terbuka sendu. "Nata..bangun...aku ada disini.... Bersama mu...." Bangun dari telungkup nya Nata melihat sepasang kaki terbuka yang menggantung di atas ranjang nya, rok berwarna kuning pendek selutut dan kemeja putih lengan pendek berkerah. Gadis itu, gadis yang ia lihat berada di brankar rumah sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa,hanya tertidur dengan alat bantu bertahan hidup. Nirina. Kenapa dia ada disini? terduduk memandang nya, tersenyum dengan bibir putih pucat apa gadis ini menyusul nya yang putus asa dari rumah sakit? Bukankah dia koma? Sebuah pemikiran melintas membuat Nata terperanjat pelan, Grapp Nata memeluk nya dengar erat, gadis itu hanya terdiam dan membalas pelukan nya dengan elusan di punggung tanpa ada suara walau... hembusan napas. Kenyataan itu membuat panas mata nya dan setetes air mata turun dari kelopak mata yang tertutup itu dengan senyum miris yang mengiringi. "Ternyata lo disini ya"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Bricia's world (Part Gak Lengkap)
  • LALA
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Kutukan Tumbal
  • DeaSea
  • KANAYA (REVISI)
  • Eight Prince GoodLooking (End)

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines