Halimun 1992

Halimun 1992

  • WpView
    Membaca 1,346
  • WpVote
    Vote 91
  • WpPart
    Bab 38
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 28, 2024
"Jika anak pak mandor Arkan masih bersikeras untuk melanjutkan hubungan dengan anak saya Raina, pilihannya hanya ada dua. Beasiswanya dihentikan atau pak mandor dipindah tugaskan dan diturunkan jabatannya!" Suara bu Hasyim menggelegar bak petir yang menyambar di panas terik membuat pak mandor Arkan dan istrinya tertunduk lemah tak berdaya di kursi ruang tamu kediaman pak Hasyim siang itu. "Semoga pak mandor bisa mengerti. Anak-anak kita masih sangat muda. Saya harap, pak mandor juga bisa memberikan penjelasan pada Duta tentang situasi ini." Pak Hasyim mencoba menengahi dengan bijak. "Insyaa Allah, juragan. Saya dan istri saya betul-betul minta maaf atas kelancangan anak kami. Saya pastikan, Duta tidak akan lagi berhubungan dengan non Raina" Suara mandor Arkan terdengar bergetar sendu. Hatinya tercabik, harga dirinya tiba-tiba terusik. ................ Keika cinta tak lagi berpihak pada perbedaan harta, tahta dan kasta maka ia pun menjelma menjadi momok yang menakutkan. Dalam sekejap, keindahannya berubah menjadi bilah pisau bermata dua. Kedua sisinya memberikan sayatan luka yang hampir sama. Tak ada pilihan yang lebih baik. Begitu pula dengan kisah Raina Utari Hasyim dan Duta Bagaskara. Cinta pertama mereka harus berakhir di tangan sang mami yang arogan. Perbedaan status sosial selalu menjadi alasan klasik sebagai pembenaran. Namun setelah melewati masa duapuluh tahun, cinta Duta pada Raina masih tetap ada dan tidak pernah berubah hingga akhirnya membawa Duta kembali mencari Raina. Akankah cinta Duta dan Raina bersatu lagi di usia dewasa ataukah kehadiran Duta hanya untuk sekedar menyelesaikan banyak pertanyaan yang tak terselesaikan di masa lalu? ................... *Design Cover by : Wida Gayatri
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#18
edukasi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Immortal Love (Complete)
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Setelah Langit Berbisik
  • Tak Sejalan
  • Yang Pernah Patah
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan