Angkasa Raya

Angkasa Raya

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 1, 2023
"Kita hidup di bawa angkasa raya ini. Selagi kita hidup di bawahnya, kita akan melukis cerita baru" Wina, Axel, Oka, dan Rikky memiliki kisah persahabatan yang penuh lika liku, tantangan, rintangan, dan percobaan. Wina dan Axel bertemu di sekolah baru mereka, memulai persahabatan dengan sedikit canggung, dan bertemu dengan Oka dan Rikky dan menjadi sahabat mereka juga. Banyak rintangan dan tantangan yang mereka hadapi, bahkan pencobaan berat yang harus mereka terima dengan ikhlas. Namun meskipun begitu, mereka berusaha untuk tetap melanjutkan perjalanan persahabatan mereka, hingga akhir mereka kembali bertemu di pandang rumput hijau yang indah, tempat mereka melepaskan rindu satu sama lain. - Angkasa Raya -
All Rights Reserved
#6
hariesok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Tokoh Figuran
  • Mistake
  • TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)
  • Beneran, Cuma Figuran? [End]
  • Eldest [END]
  • janji kecil
  • Pagi Di Bumi Pertemuan
  • Because I'm Askala (END)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines