My Crazy Life

My Crazy Life

  • WpView
    Reads 324,881
  • WpVote
    Votes 2,045
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2024
Ssysssshhhsss...aduuuhh sakit banget gak tahan..." erang Tiara Melihat partner penumpangnya meringis kesakitan Dirga pun mulai agak khawatir. " Kamu kenapa tiara? Ada yang sakit? " tanya Dirga " Mmm...ng....ng...pak...please pak...terserah bapak habis ini mau pecat saya atau nganggap saya cewek aneh atau apalah...ta..tapi saat ini kayaknya hanya bapak yang bisa tolong saya..ng..ng...." ujar Tiara sambil disertai peluh yang sudah paras cantiknya. Dirga pun menunggu kata-kata yang akan dilontarkan oleh Tiara. " Pak tolong nyusu ke saya " ujar Tiara
All Rights Reserved
#273
nenen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • Stolen Your Heart
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • My Little Alina | COMPLETED
  • Agby (Sequel Om CEO) [Selesai]
  • Marrying the Young Master
  • No Longer In Love
  • Kamu
  • kenikmatan (21+) TAMAT
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Dirga & Aletta (21++)
  • Love Race (REVISI)

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines