Alzamira
  • WpView
    Reads 1,907
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 9, 2023
‼️TIDAK MENERIMA PLAGIAT‼️ Memang ya, jam-jam malam seperti ini sangat nikmat untuk menyantap sebungkus mie kuah dengan tambahan telur setengah matang dan tentunya tambahan cabai rawit. Sama seperti Amira yang sedang asik mengaduk-ngaduk mie nya yang sedang di rebus. BRAK Tiba-tiba suara pintu kamar mandi tertutup, sudah dapat Amira tebak bahwa di dalam nya terdapat Alzam yang sedang buang air kecil. Makanya jangan kebanyakan minum, dasar beser. Tak lama pintu kamar mandi terbuka kembali menunjukkan Alzam yang sedang mengacak rambut lebat nan tebal nya itu. Amira memilih tetap cuek dan tak peduli padanya. "Kamu masak apa?" tanyanya memecah keheningan diantara mereka berdua. "Masak mie! Gak liat aku lagi ngaduk-ngaduk?!" Amira merenggut kesal, Alzam ini punya mata atau tidak sih?! Sudah tahu Amira sedang memasak mie rebus, masih saja tanya. Kalau mau basa-basi yang cakepan dikit dong! "Oh." hanya itu jawabannya? Oh tidak. Alzam kamu sudah membangunkan singa yang sedang tidur. "Ini orang apa-apaan sih?!?! Kalau gak niat ngomong tuh gak usah ngomong, bikin emosi aja!" gerutu Amira sambil menuangkan kuah mie rebus ke dalam mangkuk berisi bumbu. Amira berniat memakan mie rebus miliknya di kamar, namun niat itu ia urungkan setelah melihat Alzam yang sendirian di ruang tamu. Kasihan. Itu lah rasa pertama yang muncul di pikiran Amira. Amira berjalan mendekati Alzam dengan membawa semangkuk mie nya dengan hati-hati. Dapat Amira lihat Alzam melirik nya sejenak lalu fokus kembali menatap handphone miliknya. "Awas lo ye! Kalo bukan anak budhe gue, udah gue benyek-benyek muka lo, Alzam. Masa bodo ancur tuh muka!" Sudahlah, Amira sudah kepalang emosi melihat respon Alzam yang sangat datar. Dasar manusia tidak berekspresi! Halo! Kembali dengan aku disini dengan berbeda cerita. Semoga suka ya sama cerita aku kali ini, jika ada saran boleh banget. Aku sangat menerima apabila ada saran. Thankyou guys! cr: pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GURUKU IS MAHRAMKU
  • AKSARA Garis Pertemuan
  • Awal Dari Cintaku
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • Takdir Indah Milik Sheera
  • tentang sebuah rasa
  • Story Nisya
  • Raja Zaki Al-Habsyi Pratama [Revisi ✓]
  • Gus Your Mine!
  • Gus Halalku

🐸 PART 1🐸 Hai!! aku Shazia aurelia seorang gadis dari keluarga kecil, Sejak kecil aku selalu di manja oleh orang tua ku, aku dilahirkan di kota Bandar Lampung, aku sudah memasuki umur 18 tahun dan aku anak yang panling bungsu dari kakakku yang sangat tampan. Uppz!! iya tampan :) "Assalamualaikum semua,, selamat pagi Umi, selamat pagi Abi" sapa kakakku yang tampan, Kini semua berada di ruang makan yang sedari tadi menunggu kakakku untuk sarapan bareng. "Wa'allaikumusalam, selamat pagi juga buat anak umi dan abi yang ganteng" serempak menjawab. "Ko Abi dan Umi saja sih kak yang di sapa? Aku nya gak?" Tanyaku kepada kakakku, sembari aku melipat kedua tanganku didada dengan wajah yang kesal. "Hmm... iya deh. Selamat pagi adik kakak Debi yang cantik". ucap kakak ku, sembari tersenyum dan mencubit pipiku. Debi?? iya itu nama kakakku. "Ihhh.. kakakk. sakit tau. Pagi juga kakakku" jawabku sembari mengusap pipiku yang terasa sakit. Kami semua sedang asik menyantap makanan masakan umi, selesai makan aku memulai topik pembicaraan. "Abi, umi zia boleh gak berangkat sekolah sendiri?" tanyaku kepada abi dan umi yang sedang duduk di hadapanku. "Kenapa kamu ingin berangkat sekolah sendirian, kan ada kakak kamu. suruh kakak kamu mengantarkan kamu kesekolah" pinta umi padaku sembari melirik kearah kakakku yang sedang duduk di sampingku. Aku langsung melirik ke arah kakakku "Emangnya kakak mau ngantar aku kesekolah?" tanyaku. tak lama kakakku menjawab "Ya pasti lah adikku tersayang. Apasih yang gak boleh buat adikku ini" jawabnya sembari tersenyum dan mengedipkan matanya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines