NavKaa

NavKaa

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku hanya bisa mengagumi mu, dan tidak bisa memiliki mu. Namun aku selalu ingin menggapai mu."-Navier Edevane. "Kau pria cacat! Tidak pantas bersanding dengan Kaatiya yang sempurna!" Navier yang lemah dan mudah di tindas selalu mendapat cacian karena orang-orang kesal padanya yang menaruh rasa pada seorang Kaatiya Aysele, gadis cantik yang diidolakan orang-orang. Namun orang tidak tahu bagaimana respon Kaatiya karena gadis itu dingin dan cuek, pola pikir nya tidak bisa di tebak dengan mudah, entah dia menerima Navier, atau sebaliknya. Kaatiya, gadis dominan berhati dingin. *** Tapi, Navier menyadari bahwa ada satu hal yang kebetulan bersinggungan dengan Kaatiya. Antara Ibu nya, dan gadis itu. Navier selama ini seperti dibohongi oleh mereka berdua seolah dia hanya lah bayi polos yang tidak tahu apa-apa. Dan ia harus menahan rasa sakit akibat semua kebenaran yang rupanya alasan Kaatiya membenci nya dalam diam. Kaatiya, mengapa gadis itu seolah tidak tahu apa-apa dan tetap bertahan di posisi hubungan tanpa status mereka? Sebenernya apa isi pikiran gadis itu? Dia terlalu sulit di tebak. Padahal Navier merasa bahwa semua masalah itu berawal dari keegoisan nya. *** Start : 21 June 2024 End :
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Matahari
  • 9 Eternity || SEGERA TERBIT
  • KIARILHAM【END】
  • Destiny [COMPLETED]
  • RadenRatih
  • 00.00
  • GALTHAR
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • CATUR [END]
  • I'm okay (END)
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines