Luka Bercerita

Luka Bercerita

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 10, 2023
Lepaskan atau genggam ? Mungkin cinta dan sayang itu begitu mewah baginya sekarang, yang hidup dalam lingkaran lubang hitam yang ta' menentu arah, Yang terlalu banyak Kepahitan dalam skenario drama kehidupan ini, dia tersadar bahwa dirinya terlalu rapuh dan kacau untuk bersanding dengan mu, karena pada dasar nya hidupnya terlalu rumit untuk hidup mu yang terbilang sederhana , dan dia terlalu hitam untuk dirimu yang abu abu, ibarat sebuah luka yang selalu menantang waktu untuk sembuh yang dengan berani nya ingin menggenggam paralaks bintang, dia hanya bisa menyimpan dalam dalam rasa ini, sudah menjadi resiko untuk bisa menyukai mu, manis pahit nya dalam menyukai mu sudah dia telan mentah mentah, dia tidak berharap kamu tahu tentang rasa ini, lebih baik diam dan rasakan. "Beginilah cara ku dalam mencintai dan menyukaimu Gabriel " ucap Natasha dengan purau. "Sha Natashaaaaaa" teriak Gabriel dengan derai airmatanya .
All Rights Reserved
#26
persahabtan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Sakura di Bulan Juni  (Complete)
  • Narasi patah hati
  • WISHES.
  • Home Away From Home [FIN]
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • GREENSTA [END]
  • kita dan waktu. [End]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines