Luka Bercerita

Luka Bercerita

  • WpView
    LECTURES 134
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Chapitres 9
WpMetadataReadTerminé lun., juil. 10, 2023
Lepaskan atau genggam ? Mungkin cinta dan sayang itu begitu mewah baginya sekarang, yang hidup dalam lingkaran lubang hitam yang ta' menentu arah, Yang terlalu banyak Kepahitan dalam skenario drama kehidupan ini, dia tersadar bahwa dirinya terlalu rapuh dan kacau untuk bersanding dengan mu, karena pada dasar nya hidupnya terlalu rumit untuk hidup mu yang terbilang sederhana , dan dia terlalu hitam untuk dirimu yang abu abu, ibarat sebuah luka yang selalu menantang waktu untuk sembuh yang dengan berani nya ingin menggenggam paralaks bintang, dia hanya bisa menyimpan dalam dalam rasa ini, sudah menjadi resiko untuk bisa menyukai mu, manis pahit nya dalam menyukai mu sudah dia telan mentah mentah, dia tidak berharap kamu tahu tentang rasa ini, lebih baik diam dan rasakan. "Beginilah cara ku dalam mencintai dan menyukaimu Gabriel " ucap Natasha dengan purau. "Sha Natashaaaaaa" teriak Gabriel dengan derai airmatanya .
Tous Droits Réservés
#634
indonesiamembaca
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Yang Pernah Patah
  • Home Away From Home [FIN]
  • kita dan waktu. [End]
  • WISHES.
  • Andira [End]
  • BROKEN HEART [END]
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
  • MY HOPE IS YOU (END)

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu