Story cover for Teman Rasa ... (?) by MbakMe_
Teman Rasa ... (?)
  • WpView
    Reads 7,400
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 23
  • WpView
    Reads 7,400
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 23
Complete, First published May 26, 2023
Mature
"Temenan sama lo dari jaman SMP gini-gini aja ya..."

"Lo berharap gue berubah gimana sih Be?" Tanya nya.

"Ya lo punya pacar kek, temen deket kek, sahabat, TTm kek, apa gitu. Lo gak bosen ngintilin gue terus?" Tanyaku sambil menatap kearahnya, dia mengulum senyum. "Gak usah senyum-senyum, percuma juga." Dan CUP! Dia menciumku tepat dibibir, aku sedikit kaget dan melotot. "Ndra..."

"Apa?"

"Lo nyium gue?"

"Iya, emang kenapa?" Tanya nya balik. "Lo berisik banget sih..." Dia masih terkekeh melihatku yang seketika mematung.

"Dirandra..." Aku langsung memukul bahunya kesal dan dia malah tertawa lepas. "Lo kebiasan banget sih..." Ucapku memanyunkan bibir.

"Mau lagi?" Tanya nya sambil menatapku, wajahnya dan wajahku sudah berhadapan. Dia mendekatkan wajahnya kearahku. "Gue boleh ngelakuin yang lebih ke lo gak Be?" Ucapnya tepat dihadapanku, aku bisa sedikit merasakan sedikit deru nafasnya. "Boleh Be?" Ucapnya sedikit menggoda dan seperti menunggu jawaban dariku, aku sedikit memejamkan mata. "Gue mau ngelakuin itu atas ijin lo..." Ucapnya. Tapi tiba-tiba dering ponselku berbunyi dan membuyarkan semuanya, aku langsung tersentak kaget. Aku pun langsung mengalihkan wajahku dari hadapannya dan dia seperti menghela nafas panjang.

"Iya hallo..." Ucapku.

"Lagi dimana..." Aku langsung melihat layar ponselku, ada nama Daffi.



*Happy Reading
All Rights Reserved
Sign up to add Teman Rasa ... (?) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Bawa Aku Pulang (End) by Rizardila
9 parts Complete
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
East sky first love by ernaberliana
24 parts Complete
Bagaimana jadinya jika kau terus diganggu oleh pangeran es sekolah mu? "AAKKHHH KANE KAU SANGAT TAMPAN" teriak antusias para penggemar nya Ia bahkan disukai oleh seluruh wanita disekolah ini. Ya kecuali aku dan ketiga temanku "Bisa Lo minggir sekarang!" Ujar kane dingin Itu adalah kata yang paling ku ingat saat pertama kali aku bertemu dengannya disekolah. Raut wajah yang tak bersahabat itu menusuk hingga ke jantungku. Lalu hingga saat dia duduk dibelakang ku... Duk...Duk...ia terus menendang bangkuku dari belakang "Kane!" Omelku menatapnya tajam dan segera kembali menghadap depan "Lo gak nanggepin gua cewek meja depan" ujarnya 'ngapain gua nanggepin Lo. Lo aja gak bisa inget nama gua dengan benar!' batinku "kalo diajak ngomong itu liat orangnya chubby!" Tambahnya lagi Aku pun menoleh kearahnya mendapati dirinya tengah tersenyum miring sangat menyebalkan kepada ku "Siapa cewek itu?, Dia terus aja Deket Deket sama pangeran kita" cetus seseorang menatap kami tak suka 'mampus gua. bisa jadi pepes gua sama fansnya Kane pulang sekolah nanti' batin ana Inilah kisah ku saat aku baru saja menginjakkan kakiku di sekolah SMA. Dan aku harus menghadapi salah satu pangeran sekolah yang bernama Kane Atharrazka. Lebih tepatnya dialah ketuanya. Cowok paling dingin seantero sekolah tapi sering membuatku pusing kepala. Apa benar orang ini dingin? . . . . 💬Pesan untuk para Reader's Hai guys. Akhirnya setelah 3 bulan aku mengerjakan novel ini 😭 aku bisa di up juga di wattpad. Semoga kalian suka sama ceritanya ya dan maafin Erna ya kalo ada kalimat atau kata yang kurang berkenan dihati para Reader's. Soalnya ini novel pertama aku. Jadi tolong dimaklumi ya Reader's yg baik hati 😘. Aku juga pasti bakal terus mengasah dan belajar lagi untuk memperbaiki kesalahannya😊 Dan jangan lupa untuk dukung aku dengan vote, coment, dan bagikan ya. Terima kasih ❤️❤️❤️😘🥰
MY SOUL by DestriRetno04
12 parts Complete
Berbaring di pasir putih hanya beralaskan kain, aku memandang bulan dan bintang di langit terasa sangat menyenangkan sambil mendengarkan irama ombak yang seakan tak pernah lelah untuk berirama.Jari telunjukku membuat berbagai pola dari bintang di langit. Dia datang membawa selimut, sebelum berbaring di sampingku dia menyelimutiku terlebih dahulu karena malam ini udaranya terasa lebih dingin. Lengan kanannya digunakan untuk menopang kepalaku. Dia memiringkan tubuhnya sambil menatapku lekat. Terukir senyumannya yang selalu indah di mataku. " Aku ingin selalu menatap wajahmu seperti ini. Mari hidup 1000 tahun lagi. " Ucapnya sambil mengusap rambut yang menutupi sedikit wajahku " Aku tidak mau, aku hanya ... " Ucapku pelan sambil terus memandang langit Dia memotong ucapanku, Dia mengubah posisinya menjadi terlentang menatap langit sambil menghembuskan napas panjang. " Baiklah, disini hanya aku yang mencintaimu. " Ucapnya pelan memejamkan matanya Aku memiringkan tubuhku lalu mengusap pipi kirinya. " Di kehidupan ini bahkan di kehidupan selanjutnya aku hanya ingin bersamamu. " Ucapku pelan namun terdengar jelas ditelinganya Dia membuka matanya, tersenyum hangat lalu menarikku erat kedalam pelukannya. Dia mengecup kepalaku berkali-kali. Aku merasa tenang dan hangat berada dalam pelukannya. " Aku mencintaimu. " Ucapnya Aku menatap wajahnya lekat dan dia juga menatapku. " You know, you're the best husband in the world. I love you " ucapku " Just you that I want in this life my wife " ucapnya dengan suara yang terdengar selalu sexy di telingaku. Malam itu kami berpelukan menikmati indahnya pemandangan di langit yang entah ke berapa kalinya. Aku sangat beruntung memiliki dirinya.
METAFORA WAKTU  by Ylndawlndr
13 parts Complete
'Atma ini telah menyatu dengan kala penuh lara, asmaraloka terasa semakin Aksa. Daksa pun semakin letih. Ingin menggapai Harsa yang baswara. Namun, sayangnya tetap menjadi fatamorgana yang enggan menjadi nyata.' •••• Genggaman tangannya melemah, sorot matanya berubah teduh. Ia tersenyum getir menatap wajah manis di depannya. "Aku brengsek ret," "Aku tau," Tenggorokannya tercekat, rasanya ia ingin memutar waktu kembali. Ia tak ingin di posisi seperti ini, merasa bodoh menjadi seorang laki-laki dan merasa gagal akan janjinya yang tak pernah ia tepati. "Aku sering nyakitin kamu, aku selalu bikin kamu kecewa." "Aku gak lupa," Sudut matanya berair, hatinya begitu ngilu saat merasakan sentuhan hangat tangan kecil itu menyentuh wajahnya. "Aku egois ret, kenapa masih mau bertahan sama cowok gak punya perasaan kayak aku?" Nadanya melemah. Pandangan matanya berubah sayu. Tangan gadis itu terulur menyentuh rambut hitam legamnya. "Kamu tau bi? Setiap ngeliat kamu ngelakuin itu, aku sakit. Setiap kali kamu bohongin aku, aku semakin kecewa. tapi, aku gak mau ninggalin kamu." "Kenapa?" "Aku mau kamu tau, kalo perempuan tulus dan rela bertahan karena sakit itu masih ada, Walaupun kamu berkali-kali selingkuh dari aku." "Karena aku ingin versi dewasa kita menciptakan sebuah Harsa yang baswara, bukan hanya sekedar fatamorgana yang hanya menjadi fana." _______________________. haiii sobatt wattpad!! aku kembali hadir dengan cerita terbaru!! yukk kepoin lapak ini! di jamin ceritanya gak kalah seru sama cerita ku yang sebelumnya ❤️ note: typo bertebaran!! WARNING❗❗ DILARANG MELAKUKAN PLAGIARISME! JIKA INGIN DI HARGAI MAKA HARGAILAH ORANG LAIN!!!
You may also like
Slide 1 of 9
Puisi Kegagalan cover
Eat, Bread and Love (TAMAT) cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
LOVE STORY QIANARRA cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI) cover
East sky first love cover
MY SOUL cover
METAFORA WAKTU  cover

Puisi Kegagalan

30 parts Complete

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...