Teman Rasa ... (?)

Teman Rasa ... (?)

  • WpView
    GELESEN 7,270
  • WpVote
    Stimmen 120
  • WpPart
    Teile 22
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Fr., Jan. 26, 2024
"Temenan sama lo dari jaman SMP gini-gini aja ya..." "Lo berharap gue berubah gimana sih Be?" Tanya nya. "Ya lo punya pacar kek, temen deket kek, sahabat, TTm kek, apa gitu. Lo gak bosen ngintilin gue terus?" Tanyaku sambil menatap kearahnya, dia mengulum senyum. "Gak usah senyum-senyum, percuma juga." Dan CUP! Dia menciumku tepat dibibir, aku sedikit kaget dan melotot. "Ndra..." "Apa?" "Lo nyium gue?" "Iya, emang kenapa?" Tanya nya balik. "Lo berisik banget sih..." Dia masih terkekeh melihatku yang seketika mematung. "Dirandra..." Aku langsung memukul bahunya kesal dan dia malah tertawa lepas. "Lo kebiasan banget sih..." Ucapku memanyunkan bibir. "Mau lagi?" Tanya nya sambil menatapku, wajahnya dan wajahku sudah berhadapan. Dia mendekatkan wajahnya kearahku. "Gue boleh ngelakuin yang lebih ke lo gak Be?" Ucapnya tepat dihadapanku, aku bisa sedikit merasakan sedikit deru nafasnya. "Boleh Be?" Ucapnya sedikit menggoda dan seperti menunggu jawaban dariku, aku sedikit memejamkan mata. "Gue mau ngelakuin itu atas ijin lo..." Ucapnya. Tapi tiba-tiba dering ponselku berbunyi dan membuyarkan semuanya, aku langsung tersentak kaget. Aku pun langsung mengalihkan wajahku dari hadapannya dan dia seperti menghela nafas panjang. "Iya hallo..." Ucapku. "Lagi dimana..." Aku langsung melihat layar ponselku, ada nama Daffi. *Happy Reading
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Puisi Kegagalan
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • LOVE STORY QIANARRA
  • MY LOVE STORY
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • Farel Dan Bella
  • East sky first love

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien