Teman Rasa ... (?)

Teman Rasa ... (?)

  • WpView
    MGA BUMASA 7,365
  • WpVote
    Mga Boto 121
  • WpPart
    Mga Parte 22
WpMetadataReadMatureKumpleto Fri, Jan 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Temenan sama lo dari jaman SMP gini-gini aja ya..." "Lo berharap gue berubah gimana sih Be?" Tanya nya. "Ya lo punya pacar kek, temen deket kek, sahabat, TTm kek, apa gitu. Lo gak bosen ngintilin gue terus?" Tanyaku sambil menatap kearahnya, dia mengulum senyum. "Gak usah senyum-senyum, percuma juga." Dan CUP! Dia menciumku tepat dibibir, aku sedikit kaget dan melotot. "Ndra..." "Apa?" "Lo nyium gue?" "Iya, emang kenapa?" Tanya nya balik. "Lo berisik banget sih..." Dia masih terkekeh melihatku yang seketika mematung. "Dirandra..." Aku langsung memukul bahunya kesal dan dia malah tertawa lepas. "Lo kebiasan banget sih..." Ucapku memanyunkan bibir. "Mau lagi?" Tanya nya sambil menatapku, wajahnya dan wajahku sudah berhadapan. Dia mendekatkan wajahnya kearahku. "Gue boleh ngelakuin yang lebih ke lo gak Be?" Ucapnya tepat dihadapanku, aku bisa sedikit merasakan sedikit deru nafasnya. "Boleh Be?" Ucapnya sedikit menggoda dan seperti menunggu jawaban dariku, aku sedikit memejamkan mata. "Gue mau ngelakuin itu atas ijin lo..." Ucapnya. Tapi tiba-tiba dering ponselku berbunyi dan membuyarkan semuanya, aku langsung tersentak kaget. Aku pun langsung mengalihkan wajahku dari hadapannya dan dia seperti menghela nafas panjang. "Iya hallo..." Ucapku. "Lagi dimana..." Aku langsung melihat layar ponselku, ada nama Daffi. *Happy Reading
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Bawa Aku Pulang (End)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • MY SOUL
  • Puisi Kegagalan
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • MY LOVE STORY

By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman