30 days with you

30 days with you

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 4, 2025
keyshia Auryn Salma gadis cantik berumur 19 tahun yang ceria dan sangat suka tersenyum hingga semua orang di sekelilingnya tidak menyadari akan kesedihannya. Gadis yang sangat pintar dan berbakat yang terus berusaha ingin mendapatkan perhatian dari keluarganya setelah kepergian kedua orang tuanya. Anak tengah yang sering kali tidak terlihat keadaanya. Seorang gadis yang berjuang melawan penyakit hematologinya tanpa seorangpun yang tau. Gadis yang sangat menyukai seorang pria yang mungkin orang lain melihatnya sebagai kulkas 2 pintu namun tidak bagi keyshia. "terima kasih atas 30 hari bersamamu, sampai jumpa dikehidupan selanjutnya" -keyshia Auryn Salma
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Pertemukan
  • Love or Life
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • 112 HARI (END)
  • Valcano
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (Revisi)
  • Let Me Love You Longer
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • °♡Introvert Girl♡° | End✔|

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines