Our Short Story

Our Short Story

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 24, 2023
Kalara yang awalnya berbicara seraya memusatkan seluruh atensinya kepada Kaisar, kini ia di balik paksa dengan di putarannya bahu kecil itu supaya menghadap langsung kearah sinar oranye yang berada jauh di sebrang sana. Matanya bergetar, tidak menyangka. Tubuh lembabnya masih di singgahi rintik kecil dari air yang sudah lumayan menyusut. Perasaannya merasakan hal yang berbeda, deburan ombak yang memekakkan telinga, rintik gerimis beserta angin yang bertiup lirih melewati kulit basah yang menimbulkan sensasi dingin. Dan juga, sinar oranye yang tak dapat menyampaikan rasa hangatnya ke kulit. Ini terlalu aneh. Dan secara tiba-tiba, telinganya diisi oleh airpods yang memperdengarkan reff lagu I Wanna be Yours dari Artic Monkeys. wanna be yours.. wanna be yours.. wanna be yours.. - "Gue cuma bisa menyampaikan perasaan gue lewat lagu yang sering gue dengerin. Gue harap lo gak bosen, ya." - a original story by beryberymilk cover by canva copyright © 2023
All Rights Reserved
#233
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] Blind Rainbow
  • R U M I T
  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • GRIZLEN {On Going}
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • Ombak Bintang || TXT [REVISI]
  • DIA (Completed)
  • NOT YOU || BROTHERSHIP
  • AURIGA [END]✔

[Teen Fiction] Follow dulu, baru dibaca. "Awal pertemuan kita bagai takdir. Antara aku dan dirimu seperti terikat oleh seutas benang tak kasat mata yang disebut kebetulan. Kita dengan semua perbedaan yang ada bertemu dalam keadaan tidak terduga. Dan karena takdir pula kita mencoba bersama dan melupakan kenyataan akan pahit yang mengejar. Lalu takdir. Apa karena dirinya pula kita akan berpisah?" -Pelangi "Bagiku setiap detik bersamamu adalah masalah. Kamu bagai bom waktu yang selalu meledak tepat dihadapanku. Tapi entah kenapa aku justru merasa nyaman dengan keadaan ini. Semakin lama aku semakin memahami dan mencintai kamu. Tapi aku harus lari. Mengucap pergi pada mimpi indah yang selama ini kita bangun. Namun kumohon. Jangan anggap diriku sebagai salah satu dari mimpimu. Karena aku nyata. Karena aku selalu disisimu. Hidup. Bukankah memang kadang terasa aneh seperti ini?" -Arsen Kisah tentang kalian yang mencari cinta Kisah tentang kalian yang mencari pemaafan Kisah tentang kalian yang mencari ketenangan *Cerita dibuat belum diedit, jadi harap pengertiannya jika mau tetap lanjut membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines