HELLO MR. PERFECTLY FINE

HELLO MR. PERFECTLY FINE

  • WpView
    LECTURAS 20
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 28, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
"Kakak tuh kenapa suka banget nyanyi lagu itu?" Perempuan yang tengah menjilat es krim menggumam ketika mendengar pacarnya menyanyikan lagu yang sama setiap kali mereka berkencan. "Ini tuh lagunya SHEILA ON 7, Band kesukaanku setelah Westlife. Dan kenapa aku suka lagu yang ini kalo lagi sama kamu, yaaa karena biar feel aja, hehe." Laki-laki yang sejak tadi bersenandung ria menyanyikan lagu 'Anugrah terindah yang pernah ku miliki' milik Sheila on 7 itu menoleh pada perempuan yang lebih pendek darinya, mengusap pelan pucuk kepala perempuannya. "Jangan kemana-mana yah, aku bahagia sama kamu." Laki-laki itu menjilat es krim milik perempuannya yang hampir habis, dan mengundang kekesalan dari perempuan disampingnya.
Todos los derechos reservados
#57
kisahfiksi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LO$ER = LO♥️ER
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • Tokoh Utama
  • Kisah Seorang Shani CEO Muda Yang Cuek dan dingin ke semua orang (Shani)
  • My Annoying Boyfriend [END]
  • Secret Admirer [END]
  • ASYHILA(COMPLETED)

"Kamu tahu sendiri Dava kalo aku cinta kamu bukan kak Andra." Lirih Anara mengungkap Isi hatinya untuk kesekian kalinya. "Dan Lo juga tau sendiri kalo gue gak cinta sama Lo! Gue disini cuma membalaskan dendam gue." Anara menahan nafasnya, seketika dadanya nyeri setelah Dava mengatakan apa yang ia rasa. Dava beranjak duduk menatap Anara dengan pandangan yang sulit diartikan. "Apa segini cukup Dav untuk balas semua dendam kamu?" Tanya Anara membeo, dirinya memalingkan wajahnya. "Kamu selalu berhasil bikin aku hancur!" Gadis itu berbalik pergi meninggalkan Dava yang masih bergeming di tempatnya. Lelaki itu duduk memandang pintu dimana Anara menghilang dari pandanganya. Senyum tipis Dava terbit tampak terlihat menyayat hati siapapun yang melihatnya. "Sampai kapanpun Lo gak akan pernah bisa gue miliki Anara. Bahkan disaat gue juga cinta sama Lo. Karena gue hanya akan selalu menjadi pecundang."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido