Kita yang Dikebumikan

Kita yang Dikebumikan

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, May 27, 2023
Karena ini bukan negeri dongeng, maka setiap apa yang kamu ingin tidak mungkin sampai sehabis berkedip, tidak ada labu tua yang akan berubah jadi kereta kuda, terlebih ibu peri dengan sayap mungil mendatangimu dan memberikan permintaan sebanyak tiga. Tetapi, Ranum bersikeras menghidupkan dongengnya dengan dalih tidak ada yang mustahil selagi belum mencoba. Gadis yang gemar melukis serta membaca, kerap menghabiskan cat air dan melusuhkan tembok rumah. Ibunya selalu marah dan menarik ia keluar seolah kepala bersungut dua. "Aku bakal berhenti suka sama kamu, tapi bukan sekarang." Itulah kalimat yang ia ucapkan sewaktu kelas dua SMA kepada tuan tanpa kuda, tanpa lencana juga baju prajurit kerajaan, karena dia hanya seorang pribumi yang gemar menulis dan berkunjung perpustakaan daerah. Sengkala Darmawangsa, laku dan perangainya kerap menjadikan objek lukis gadis itu. Sketsa yang ke-20 menjadi penutup dari kisah dongeng tanpa labu, tanpa peri, dan tanpa tuju. Ranum menepati janjinya.
All Rights Reserved
#569
art
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peta Langit
  • Tubuh Ini Milikku Lagi
  • Sekar Saka
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Alkara ( Terbit)
  • Aksara Lingga
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Pendekar Dari Pajajaran

Tidak pernah bertemu. Semua terasa semu. Lalu terbawa rasa yang penuh. Kanagara Nakasa, seorang gadis yang dibuat jatuh suka pada Jogja hingga jarak yang terbentang pun seolah tidak ada artinya. Ada Jogja berarti ada Oedara, Oedara Jirega Buana. Nakasa menyukai semua hal yang menyertainya karena Oedara itu definisi telur dadar tanpa bawang yang selama ini Nakasa cari. "Udah boleh mutualan belum?" Kasaa menatap ruang obrolannya bersama Oedara. "Hah? Bukannya kita udah mutualan ig dari lama?" Selang beberapa menit Oedara merespon dengan balik bertanya. "Iya, mutualan ig nya emang udah dari lama, tapi mutualan perasaannya jangan ikut kelewat lama." Kasaa tersenyum tipis saat melihat dua centang biru tapi tidak ada tanda-tanda Oedara akan membalas pesannya. Ada banyak harap yang takut hirap. Semoga Nakasa lekas menemukan Peta Langit, peta yang membawanya kepada rasa sembuh, bukan sekedar tumbuh lalu dibuat patah. Namun ditengah perjalanan yang biasanya cuman berjalan lurus, kini dia dihadapkan dengan dua arah. Ya, sang tokoh utama di buku lama, Alam Saglero Davi pun ikut datang dan menyapa seolah lupa kalau sempat membuat semuanya terasa hampa. 💭💭💭 Selamat berkelana dan bersenang-senang bersama Nakasa, semoga selamat sampai tujuan, hati-hati jangan sampai patah hati. Terima kasih atas semua dukungan juga jejak yang ditinggalkan, itulah yang membantu Nakasa tahu harus berpijak kemana untuk kembali pulang. Salam hangat sebelum dibuat nyaman.

More details
WpActionLinkContent Guidelines