Bond
  • WpView
    Reads 295
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jul 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kuatlah seperti matahari yang menyinari bumi. Lemahlah seperti matahari yang berlindung di belakang bulan dimalam hari. Jadilah kuat, bukan berarti tidak boleh lemah. Namun saat kau lemah carilah seseorang yang bisa menopangmu. Bukan yang menghakimimu tapi yang mendorongmu bertahan. Seperti matahari yang membutuhkan bulan. Carilah bulanmu.. Bersamanya kamu akan bisa melawan kejamnya dunia.. .....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Alicia Stories : In Another World
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • GARIS TAKDIR
  • Mawar Matahari
  • Save Your Tears [JINRENE] √
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • Sun & Moon [JINRENE] √
  • Gerhana [Feiyunxi]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines