Halaman terakhir

Halaman terakhir

  • WpView
    LECTURAS 1,732
  • WpVote
    Votos 779
  • WpPart
    Partes 27
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 16, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
"Gue besok lusa balik ke Korea" Tere membulatkan matanya dan terdiam sejenak. Menatap hamparan laut yang selalu mereka kunjungi berdua. "Ke-kenapa?" Suara Tere terdengar mulai bergetar "Aku mau lanjutin sekolah di sana. Maaf Tere aku_" "Kamu bohong, kamu udah janji untuk jaga aku ke semua orang yang aku sayang dan bahkan dengan seseorang yang sudah berada jauh di atas sana" Tere mulai terisak. "Maaf Tere, " Bian tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kenapa lo terlibat di dalam kehidupan gue Bian? Kenapa? Kenapa!!!? Kenapa lo harus masuk ke dalam kehidupan gue Lo yang paling tau seberapa putus asanya gue dan sekarang lo yang ninggalin gue. "Ya sudah kita selesaikan di sini" Bian juga ikut meneteskan air mata "Gue gak bakalan masuk ke dalam kehidupan lo lagi Tere"
(CC) Atribución No Comercial. Compartir Igual
#185
romatic
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Eliinaa
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • senyuman palsu -Tamat-
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Dari Tanisha Untuk Semua [New Version]✔
  • KHANSA
  • ANGEL (END)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido